
NEWSNOID.COM, MALANG — Dana swadaya yang dihimpun dari para pedagang Pasar Buah Karangploso, Kabupaten Malang, mulai dipertanyakan. Pasalnya, sejumlah pembangunan dan penataan lapak di pasar tersebut disebut belum sepenuhnya rampung.
Kondisi itu membuat sejumlah pedagang meminta kejelasan mengenai pengelolaan dana yang telah mereka kumpulkan. Mereka ingin mengetahui berapa dana yang terkumpul, siapa yang mengelola, serta sejauh mana dana tersebut telah digunakan untuk pembangunan pasar.
Persoalan tersebut semakin menjadi perhatian setelah sejumlah pedagang menyebut nama anggota DPRD Kabupaten Malang berinisial A yang disebut ikut memprakarsai pengumpulan dana swadaya.
Namun, penyebutan nama tersebut belum dapat dijadikan bukti adanya penyalahgunaan dana. Karena itu, klarifikasi dari pihak A dinilai penting agar persoalan tidak berkembang menjadi spekulasi.
“Kami mengeluarkan uang karena percaya dana itu untuk pembangunan pasar. Kalau memang sudah digunakan, kami ingin tahu secara terbuka dan jelas,” ujar salah seorang pedagang.
Selain mempertanyakan pembangunan lapak, pedagang juga mengaku mendengar adanya dugaan penggunaan sebagian dana untuk kepentingan di luar tujuan awal, termasuk isu yang dikaitkan dengan kepentingan politik saat Pemilihan Legislatif (Pileg).
Dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian dan konfirmasi dari pihak-pihak yang disebut. Jika informasi tersebut tidak benar, pihak A memiliki kesempatan untuk memberikan penjelasan maupun bantahan.
Para pedagang berharap pengelolaan dana swadaya dapat dijelaskan secara terbuka. Menurut mereka, dana tersebut berasal dari hasil kerja pedagang sehingga wajar apabila mereka meminta pertanggungjawaban.
Pertanyaan yang ingin mereka dapatkan jawabannya cukup sederhana: berapa dana yang terkumpul, siapa yang menerima dan mengelola, untuk apa dana digunakan, serta berapa yang telah direalisasikan untuk pembangunan lapak.
Untuk mendapatkan informasi yang berimbang, media berupaya menghubungi Kepala Pasar Buah Karangploso, Anton Apriyansah, S.E., M.M., melalui sambungan telepon.
Namun, Anton belum memberikan penjelasan terkait substansi pengelolaan dana swadaya. Ia menyampaikan sedang mempersiapkan operasi usus buntu di Rumah Sakit Marsudi Waluyo.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak berinisial A juga belum memberikan keterangan terkait persoalan tersebut.
Media masih berupaya meminta klarifikasi dari A dan pihak-pihak lain yang mengetahui proses pengumpulan serta penggunaan dana swadaya pedagang.
Para pedagang berharap persoalan ini dapat segera mendapat penjelasan yang transparan sehingga tidak menimbulkan spekulasi lebih jauh.
Bagi pedagang, yang dibutuhkan bukan perang opini, melainkan kepastian mengenai penggunaan dana yang telah mereka keluarkan.(yun)