
newsnoid.com, Malang – Sebanyak lebih dari 130 pengusaha muda memadati La Luna Space, Malang, pada 5 Agustus 2026 untuk mengikuti kajian inspiratif bertajuk “Naik Kelas Tanpa Kehilangan Arah” yang digelar BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Malang.
Kegiatan yang digagas HIPMI Syariah Community ini dihadiri anggota HIPMI, pelaku UMKM, profesional, hingga masyarakat umum.
Mengangkat tema “Membangun Bisnis, Menjaga Iman, Memenangkan Kehidupan”, kajian ini menjadi upaya HIPMI Kota Malang menggabungkan pengembangan kepemimpinan, kewirausahaan dan nilai-nilai keislaman.
Ketua Umum BPC HIPMI Kota Malang, Hendi Suryo Leksono, menegaskan peran pengusaha muda tidak sebatas menggerakkan ekonomi.
“Pengusaha memiliki peran strategis dalam membangun daerah. Namun, pertumbuhan bisnis harus selalu berjalan beriringan dengan pertumbuhan karakter, kami ingin HIPMI Kota Malang menjadi rumah bagi lahirnya entrepreneur yang sukses secara profesional, kuat secara moral serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Itulah makna sesungguhnya dari naik kelas tanpa kehilangan arah,” ujar Hendi.
Menurutnya, kajian ini adalah bagian dari transformasi organisasi agar HIPMI tidak hanya dikenal sebagai wadah jejaring bisnis, tetapi juga tempat bertumbuhnya pemimpin muda yang seimbang antara kompetensi, spiritualitas dan kepedulian terhadap pembangunan daerah.
Pemateri kajian, Ust. Muhammad Assad, M.Sc., mengajak peserta memahami pentingnya ketenangan hati bagi seorang pemimpin dan entrepreneur.
Assad bukan nama baru di HIPMI. Ia pernah menjabat Ketua Umum BPC HIPMI Jakarta Selatan periode 2021–2024 dan saat ini aktif sebagai pengusaha di bidang fintech, manufaktur dan agribisnis. Ia juga lulusan magister Islamic Finance dari Qatar.
“Banyak orang mengejar kesuksesan, tetapi lupa menjaga ketenangan hati. Padahal keputusan-keputusan besar dalam bisnis lahir dari hati yang tenang, pikiran yang jernih dan hubungan yang baik dengan Allah SWT. Ketika hati tenang, tantangan tidak menjadi beban, tetapi menjadi jalan untuk bertumbuh,” kata Assad.
Ia mengapresiasi langkah HIPMI Kota Malang yang menghadirkan ruang belajar tidak hanya soal bisnis, tetapi juga pembangunan karakter.
Assad juga mendoakan keberkahan bagi kepengurusan HIPMI Kota Malang agar menjadi tempat lahirnya pengusaha yang amanah dan berintegritas.
Diskusi berlangsung hangat. Peserta aktif bertanya soal tantangan bisnis di tengah perubahan ekonomi, pentingnya integritas, kepemimpinan yang melayani, hingga menjadikan usaha sebagai jalan manfaat bagi orang banyak.
Ketua HIPMI Syariah Community, Arief Budianto, menyebut antusiasme peserta menunjukkan kebutuhan besar pengusaha muda akan ruang belajar yang memadukan wawasan bisnis dengan nilai Islam.
“Kami berharap kajian ini menjadi awal dari semakin banyaknya ruang silaturahmi dan pembelajaran bagi para entrepreneur. Islam mengajarkan etika bisnis, kepemimpinan, dan kebermanfaatan yang sangat relevan dengan tantangan dunia usaha saat ini,” ucap Arief.
Senada, Ketua Bidang OKK BPC HIPMI Kota Malang, Ica Purwatiningrum, berharap kegiatan ini menjadi momentum memperkuat komunitas di bawah naungan HIPMI Kota Malang.
“Kami ingin setiap komunitas di HIPMI Kota Malang terus tumbuh menjadi ruang kolaborasi yang aktif dan produktif. HIPMI Syariah Community telah memulai dengan sangat baik kedepan kami berharap komunitas lain seperti Womenpreneur HIPMI dan HIPMI Culinary Community juga semakin berkembang,” jelas Ica.
Melalui kegiatan ini, HIPMI Kota Malang menegaskan komitmennya menghadirkan program yang tidak hanya memperkuat kapasitas bisnis anggota, tetapi juga membangun kepemimpinan berbasis nilai, integritas dan kolaborasi.
Tujuannya: melahirkan lebih banyak pengusaha muda yang menjadi penggerak ekonomi sekaligus membawa manfaat bagi masyarakat Kota Malang.
(red)
