
NEWSNOID.COM, MALANG — Skena musik rock Kota Malang kembali diramaikan dengan hadirnya M Force Band. Grup musik yang resmi terbentuk pada Agustus 2026 ini mempertemukan lima musisi dengan latar belakang dan pengalaman bermusik yang berbeda.
M Force Band beranggotakan Unyep Wahyu Hermawan sebagai gitaris, Norman Duarte Tolle pada bass, Cipenk sebagai vokalis, Sandy sebagai keyboardis, dan Ibra sebagai drummer.
Band ini diinisiasi oleh dua musisi yang telah lama berkiprah di dunia musik Malang, yakni Unyep dan Norman. Kehadiran M Force Band tidak sekadar menjadi wadah bermusik, tetapi juga membawa semangat untuk menjaga tradisi Kota Malang yang selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu barometer musik rock di Indonesia.
Masing-masing personel memiliki perjalanan musikal yang cukup panjang. Unyep Wahyu Hermawan, Gitaris dengan Sentuhan Neoclassical Unyep Wahyu Hermawan menjadi salah satu motor utama M Force Band.
Permainan gitarnya lekat dengan karakter rock, metal hingga neoclassical.
Karakter permainan Unyep bahkan kerap disebut memiliki nuansa permainan gitaris dunia Yngwie Malmsteen. Teknik picking, bending, trill, permainan cepat hingga pengolahan melodi menjadi bagian dari ciri khas permainan gitarnya.
Meski kuat di musik rock, musikalitas Unyep cukup luas. Ia juga memainkan gitar klasik, fusion jazz, musik Jepang hingga gitar akustik.
Sejak era 2000-an, Unyep telah menorehkan sejumlah prestasi, termasuk menjadi juara kompetisi gitar Fender Day di Kota Malang serta mengikuti berbagai festival band.
Ia juga merupakan founder band Melanin yang pernah tampil di panggung nasional. Selain itu, Unyep aktif sebagai gitaris Arema Voice dan terlibat dalam berbagai aktivitas composing, songwriting, arranger hingga produksi rekaman.
Unyep juga pernah berkolaborasi dengan sejumlah musisi nasional, salah satunya Edi Kemput, gitaris Grass Rock.
Dalam gelaran Tribute to Yngwie Malmsteen yang digelar Malang Lites Production pada 12 September 2026, Unyep dipercaya menjadi gitaris utama M Force Band.
Sejumlah karya Yngwie Malmsteen, di antaranya Rising Force, Like an Angel dan Seventh Sign, akan menjadi bagian dari penampilan mereka.
Norman Duarte Tolle, Musisi Multitalenta
Di posisi bass, M Force Band diperkuat Norman Duarte Tolle. Di kalangan musisi Malang, Norman dikenal sebagai sosok yang telah lama aktif dalam berbagai kegiatan musik.
Perjalanan bermusiknya dimulai sejak masih menjadi mahasiswa Universitas Brawijaya. Dari sana, Norman aktif menggagas komunitas musik, gitar hingga berbagai event musik di Kota Malang.
Ia pernah menjadi bagian dari C Four yang tampil dalam festival rock berskala nasional yang digagas Log Zhelebour. Pada era 2000-an, Norman juga meraih predikat The Best Guitarist dalam ajang Gudang Garam Festival Rock se-Indonesia.
Selain sebagai gitaris, Norman memiliki kemampuan sebagai songwriter, composer dan arranger. Ia juga aktif sebagai gitaris sekaligus penulis di Arema Voice bersama Unyep.
Permainan musiknya mendapat pengaruh dari sejumlah gitaris dunia, seperti Nuno Bettencourt, Eddie Van Halen, Tom Morello dan John Frusciante.
Saat ini Norman juga tergabung dalam Vespherya, band beraliran metal yang telah merilis sejumlah karya.
Menariknya, aktivitas Norman tidak hanya berada di dunia musik. Ia juga dikenal sebagai penulis novel, khususnya dengan genre klasik dan silat.
Di M Force Band, Norman mengeksplorasi peran baru sebagai bassist. Pengalaman musikalnya menjadi salah satu fondasi permainan ritmis band.
Cipenk Brotherhood, Vokalis dengan Karakter Kuat. Sementara itu, posisi vokal dipercayakan kepada Cipenk Brotherhood.
Ia dikenal memiliki karakter suara kuat dengan jangkauan nada yang luas.
Kemampuan vokalnya cukup fleksibel, mulai dari vokal bernada tinggi, growl, scream hingga karakter suara rendah.
Kemampuan tersebut membuat Cipenk mampu membawakan berbagai karakter musik, dari pop hingga rock dengan tempo cepat.
Cipenk juga telah cukup lama aktif di berbagai panggung musik, baik bersama band reguler maupun kelompok musik rock.
Sejumlah band yang pernah melibatkannya antara lain Circle dan SOS, yang aktif tampil di berbagai panggung kafe maupun hotel di Kota Malang.
Kini bersama M Force Band, Cipenk dipercaya menjadi frontman sekaligus vokalis utama. Sandy, Perkuat Warna Musik dari Balik Keyboard Posisi keyboard ditempati Sandy. Sosok yang dikenal humble, tenang dan cenderung pendiam ini justru menunjukkan karakter berbeda ketika berada di balik keyboard.
Permainan Sandy dikenal musikal sekaligus teknikal. Ia memiliki kemampuan membaca notasi dan tablature serta berpengalaman memainkan berbagai genre musik.
Kemampuannya menjadi pendukung penting bagi M Force Band, terutama dalam menggarap materi yang membutuhkan permainan keyboard kompleks, termasuk progressive dan neoclassical.
Dalam Tribute to Yngwie Malmsteen pada 12 September mendatang, Sandy akan menjadi bagian penting dalam membangun aransemen musik M Force Band.
Ibra, Drummer Muda di Tengah Musisi Senior
Sementara itu, posisi drummer dipercayakan kepada Ibra, personel termuda dalam formasi M Force Band.
Masih duduk di kelas 1 SMA, Ibra telah menunjukkan kemampuan bermain drum yang membuatnya dipercaya tampil dalam berbagai kegiatan musik.
Ia juga pernah mengikuti sejumlah kompetisi drum tingkat regional maupun nasional serta menempuh pendidikan musik di Purwacaraka Music Studio Malang.
Dukungan keluarga, khususnya sang ayah, menjadi bagian penting dalam perjalanan musikal Ibra. Sejak usia muda, ia menjalani latihan secara disiplin dan aktif mengikuti berbagai kegiatan musik.
Ibra bahkan telah dipercaya menjadi pembicara, guest star maupun pengisi coaching clinic dalam sejumlah kegiatan drum junior dan event drummer di Malang.
Meski masih remaja, ia mampu membawakan materi musik dengan tingkat kesulitan tinggi, termasuk karya-karya progressive rock dan metal.
Kini, Ibra mendapat kesempatan bergabung dengan para musisi yang lebih senior di M Force Band. Kehadirannya sekaligus menjadi gambaran bahwa proses regenerasi musisi di Kota Malang terus berlangsung.
Siap Tampil di Tribute to Yngwie Malmsteen
M Force Band akan menjalani salah satu panggung penting pertamanya melalui gelaran Tribute to Yngwie Malmsteen yang dijadwalkan berlangsung pada 12 September 2026 di Anang Karaoke, Kota Malang.
Perpaduan pengalaman para musisi senior dengan energi drummer muda menjadi kekuatan tersendiri bagi band yang baru berdiri tersebut.
Melalui formasi lima personel, M Force Band ingin menghadirkan warna baru dalam perjalanan musik rock Kota Malang sekaligus ikut mempertahankan tradisi panjang kota ini sebagai salah satu daerah yang banyak melahirkan musisi berbakat.
Regenerasi, kolaborasi lintas generasi dan eksplorasi musikal menjadi kekuatan utama M Force Band dalam memulai perjalanan mereka di tengah geliat musik rock Kota Malang. (yun)