• Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com
Newsnoid
No Result
View All Result
No Result
View All Result
newsnoid.com
No Result
View All Result
Home Jawa Timur

Malang Migrant Center Resmi Diperkenalkan, Jadi Pusat Edukasi dan Perlindungan Pekerja Migran

26 Agustus 2026
in Jawa Timur, newsnoid.com, Terbaru
Bagikan

 

Malang Migrant Center Resmi Diperkenalkan, Jadi Pusat Edukasi dan Perlindungan Pekerja Migran

newsnoid.com, Malang — Pemerintah Kabupaten Malang bersama pemerintah pusat dan sejumlah pemangku kepentingan memperkuat upaya perlindungan serta pemberdayaan pekerja migran Indonesia melalui soft launching Malang Migrant Center (MMC) yang digelar di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (26/8/2026).

RelatedPosts

Rudi Soemo For IKA Unmer: Menghubungkan Alumni, Almamater, Masa Depan

Bakorwil Malang Semarakkan HUT ke-81 RI Lewat Jalan Sehat.

dr. Benjamin Ajak Warga Kedungturi Hidup Sehat, Bawa Misi Kemanusiaan hingga Operasi Bibir Sumbing Gratis

Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat RI A. Muhaimin Iskandar, Bupati Malang Sanusi, Wakil Bupati Malang, anggota DPR RI Hasanuddin Wahid, jajaran Forkopimda Kabupaten Malang, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Rektor Universitas Brawijaya, Rektor Universitas Kanjuruhan, perwakilan kementerian/lembaga serta calon pekerja migran Indonesia (CPMI) dan keluarganya.

Selain memperkenalkan Malang Migrant Center, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pelepasan 130 calon pekerja migran Indonesia sebagai bentuk kolaborasi dalam menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sekaligus mendapatkan perlindungan secara memadai.

Bupati Malang Sanusi mengatakan, kehadiran Malang Migrant Center menjadi langkah penting dalam meningkatkan perlindungan, pemberdayaan, dan kesejahteraan pekerja migran, khususnya masyarakat Kabupaten Malang.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, saya menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat beserta seluruh pihak yang telah menggagas dan mendukung hadirnya Malang Migrant Center,” kata Sanusi.

Menurutnya, MMC diharapkan tidak hanya memberikan edukasi kepada calon pekerja migran sebelum keberangkatan, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan bagi pekerja migran yang telah kembali ke daerah asal.

Sanusi menekankan pentingnya pembekalan keterampilan, kemampuan bahasa, hingga pengembangan usaha bagi purna pekerja migran. Dengan demikian, pengalaman dan penghasilan selama bekerja di luar negeri dapat menjadi modal untuk meningkatkan perekonomian keluarga maupun masyarakat.

“Harapan saya, nanti ada edukasi, pemberdayaan, dan pembinaan UMKM. Para purna migran bisa terus meningkatkan ekonomi dan kesejahteraannya,” ujarnya.

Ia menyebut, sejumlah desa di Kabupaten Malang telah menunjukkan perkembangan ekonomi yang didukung oleh peran para purna pekerja migran. Potensi tersebut, kata Sanusi, perlu dikembangkan dan ditularkan kepada daerah lain melalui kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pihak.

Sementara itu, Menko Pemberdayaan Masyarakat RI A. Muhaimin Iskandar mengatakan, Malang Migrant Center dirancang sebagai bagian dari upaya mengintegrasikan seluruh proses pelayanan pekerja migran, mulai dari persiapan keberangkatan, saat bekerja di luar negeri, hingga setelah kembali ke Indonesia.

“Malang Migrant Center menjadi satu kesatuan untuk menumbuhkan keterlibatan semua pihak, mulai pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga nonpemerintah, organisasi kemasyarakatan, serta para pekerja migran,” kata Muhaimin.

Ia menjelaskan, keberadaan MMC diharapkan mampu membangun ekosistem yang mendukung lahirnya pekerja migran yang kompeten, produktif, terlindungi, dan mampu bersaing di pasar kerja global.

Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan calon pekerja migran memperoleh informasi yang memadai, mendapatkan pelatihan sesuai kebutuhan pasar kerja, serta memperoleh jaminan atas hak-haknya.

“Yang pertama, tugas pemerintah adalah menyiapkan tujuan tempat bekerja yang sesuai dengan berbagai standar, dimulai dari membuka job order yang memadai, berkolaborasi dengan pihak swasta, asosiasi, dan berbagai lembaga pelatihan,” jelasnya.

Muhaimin juga menyoroti perubahan kebutuhan kompetensi di dunia kerja yang berlangsung sangat cepat. Karena itu, pekerja migran maupun lembaga pendidikan dan pelatihan dituntut untuk terus melakukan pembaruan kompetensi.

Ia menyebut, jika sebelumnya pembaruan kompetensi dapat berlangsung dalam kurun waktu sekitar satu hingga satu setengah tahun, kini perkembangan teknologi dan kebutuhan industri membuat kompetensi dapat berubah hanya dalam hitungan tiga hingga enam bulan.

“Kata kuncinya adalah transformasi. Transformasi itu perubahan dan perbaikan. Karena semuanya begitu cepat, kompetensi yang kita kelola tidak boleh ketinggalan,” tegasnya.

Muhaimin memastikan pemerintah pusat siap mendukung keberlanjutan Malang Migrant Center dan membuka ruang kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Malang maupun berbagai institusi yang terlibat.

“Saya siap menjadi bagian inti dari kewajiban mensukseskan Malang Migrant Center ini. Kalau ada kebutuhan mendesak yang harus saya lakukan, saya siap membantu mengatasi seluruh kebutuhan pelaksanaan suksesnya Malang Migrant Center,” ujarnya.

Ia berharap MMC tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Malang, tetapi ke depan dapat menjadi pusat layanan yang memberikan dampak lebih luas bagi pekerja migran di Jawa Timur hingga Indonesia.

“Selamat kepada para PMI dan calon PMI seluruh Malang. Mudah-mudahan Migrant Center ini bukan hanya mengatasi warga Malang, tetapi seluruh warga Jawa Timur dan bangsa Indonesia,” katanya.

Dengan hadirnya Malang Migrant Center, pemerintah berharap proses penyiapan pekerja migran dapat dilakukan secara lebih terpadu, mulai dari peningkatan kompetensi, pemenuhan informasi, perlindungan selama bekerja, hingga pemberdayaan setelah kembali ke tanah air.

Muhaimin pun berpesan kepada para calon pekerja migran agar terus meningkatkan kemampuan dan menjaga semangat untuk membawa manfaat bagi keluarga dan daerah asal.

“Selamat berjuang, pulang bawa uang dan kebahagiaan. Jangan pernah lelah, dan jangan pernah berhenti mencintai Indonesia,” pungkasnya.(yun)

ShareSend

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Malang Migrant Center Resmi Diperkenalkan, Jadi Pusat Edukasi dan Perlindungan Pekerja Migran
  • Rudi Soemo For IKA Unmer: Menghubungkan Alumni, Almamater, Masa Depan
  • Bakorwil Malang Semarakkan HUT ke-81 RI Lewat Jalan Sehat.
  • dr. Benjamin Ajak Warga Kedungturi Hidup Sehat, Bawa Misi Kemanusiaan hingga Operasi Bibir Sumbing Gratis
  • Syarif Dapat Kursi Roda Dari Bupati Sidoarjo

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Archives

  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025

Categories

  • Jawa Timur
  • Musik
  • newsnoid.com
  • Olahraga
  • Terbaru
  • Uncategorized
  • Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.