
newsnoid.com, Malang, 14 April 2026– Menyikapi dinamika pemikiran publik yang berkembang menjelang laga sarat gengsi Arema FC kontra Persebaya Surabaya pada 28 April 2026.
Hal tersebut menggerakkan Generasi Emas Nusantara (GEN) Malang Raya mengambil inisiatif menggelar ruang dialektika netral bertajuk “Malang Raya Roundtable: Mencari Konsensus Publik Jelang Derby Jatim”.
Kegiatan yang dikonsep sebagai _Laboratorium Aspirasi_ ini berlangsung pada Rabu, 15 April 2026, pukul 12.30 WIB bertempat di Ballroom Hotel Trio Indah 2, Kota Malang.
Ketua GEN Malang Raya Dendy Indrawanto Mengatakan bahwa pihaknya Merespons Dinamika di Akar Rumput, Pengurus GEN Malang Raya menyatakan bahwa penyelenggaraan forum ini dilatarbelakangi oleh beragamnya pandangan masyarakat Malang Raya terkait perhelatan Derby Jatim mendatang.
“Laga Arema FC vs Persebaya memang dikenal sebagai salah satu pertandingan dengan tensi tertinggi di sepak bola Indonesia, baik di dalam maupun luar lapangan. Menjelang 28 April, kami mengamati adanya dinamika pemikiran yang sangat beragam di tengah masyarakat. Sebagai upaya menjaga kohesi sosial dan memastikan kebijakan yang diambil berbasis pada data aspirasi yang komprehensif, kami memandang perlu adanya ruang dialektika yang netral,” ungkapnya.
Lebih lanjut Dandy menjelaskan Laboratorium Aspirasi Tokoh Masyarakat dan Intelektual, Forum ini secara khusus dirancang untuk mempertemukan argumentasi dari kelompok intelektual dan tokoh masyarakat di Kota Malang.
“GEN Malang Raya menegaskan bahwa kegiatan ini murni sebagai Laboratorium Aspirasi, bukan forum pengambilan keputusan teknis pertandingan. Tujuannya adalah menggali masukan, perspektif, dan rekomendasi dari berbagai elemen masyarakat terkait bagaimana Derby Jatim dapat berlangsung dengan aman, kondusif dan tetap menjaga marwah olahraga serta persaudaraan antar-warga Malang Raya,” tambahnya.
Sedangkan ketua PSSI Kabupaten Malang Muhammad Ukasyah Ali Murtadho menegaskan bahwa gelaran pertandingan Arema FC vs Persebaya belum mendapatkan restu oleh pihak Polres Malang.
“Jadi benar kita sudah berkoordasi dengan pihak Polres Malang dan akhirnya tidak mendapatkan restu untuk menggelar pertandingan Arema FC VS Persebaya Surabaya dikarenakan Isu yang berkembang di masyarakat diperkirakan akan mengemuka antara lain dari pihak suporter, pengamanan kota, potensi dampak ekonomi sosial lokal,” ucapnya.
Sedangkan Anggota DPRD Kota Malang Ginanjar Yoni Wardoyo mengatakan bahwa segala yang menjadi ending diskusi ini adalah untuk memberikan solusi terbaik buat kelangsungan arema dan aremania serta sepak bola malang raya.
“Hasil dari _sharing session_ ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi seluruh pemangku kepentingan terkait.
Dan Saya berharap besar atas kehadiran para tokoh dan pemangku kebijakan di Malang Raya. Forum ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi yang konstruktif di tengah tingginya atensi publik terhadap laga 28 April 2026 mendatang,” ungkap Ginanjar
Lebih lanjut Ginanjar menambahkan bahwaForum ini adalah bertujuan
“Mencari konsensus publik” menjadi kata kunci dari kegiatan ini.
“Alih-alih membiarkan perbedaan pandangan berkembang liar di ruang digital, GEN Malang Raya memilih memfasilitasi dialog tatap muka yang terstruktur dan setara,” tambahnya
Sharing Session “Malang Raya Roundtable: Mencari Konsensus Publik Jelang Derby Jatim” Generasi Emas Nusantara (GEN) Malang Raya Laboratorium Aspirasi untuk menjaga kohesi sosial jelang laga Arema FC vs Persebaya 28 April 2026.
Laga Arema FC vs Persebaya pada 28 April 2026 diprediksi kembali menjadi sorotan nasional. Langkah GEN Malang Raya menggelar _roundtable_ ini dinilai sebagai upaya preventif untuk memastikan tensi pertandingan tidak merembet ke ruang sosial masyarakat Malang Raya. (win).
