
newsnoid.com, Malang – Kasus yang mencatut nama RSUD Saiful Anwar (RSSA) Malang minta Polres Malang segera menangkap terduga pelaku penipuan bernama Elgi Andansari.
Karena banyak dampak dan sebab di RSSA Malang banyak laporan dan, terus beredarnya video para korban penipuan mantan perawat ICU RSSA itu merugikan nama baik RSSA.
Dari permintaan di atas diungkapkan Kepala Bagian Umum RSSA Dony Iryan Vebry P, S.STP ‘’Kami (RSSA) tidak enak, terus menerus disangkut pautkan dengan kasus penipuan rekrutmen ini,’’ tegas Dony. Pada Rabu (18/6/2026).
‘’Yang bersangkutan ini sudah di pecat. Sudah tidak lagi bekerja di RSSA. Dan diberhentikan dari status P3K Pemprov Jawa Timur sejak Pebruari tahun 2026 lalu. Selain pelanggaran, yang bersangkutan sudah tidak masuk tanpa keterangan mulai September 2025,’’ ujarnya.
Saat di konfirmasi terkait viralnya korban-korban penipuan yang diduga dilakukan Elgi Andasari, Dony menyebutkan, pihaknya tidak memiliki kewenangan lagi untuk mengomentari persoalan itu. Karena terduga pelaku sudah tidak lagi bekerja di RSSA ini.
Dari itu, pintah Dony, Polres Malang diharapkan segera menangkap terduga pelaku penipuan dengan janji menjadikan karyawan RSSA. Dengan begitu, persoalan yang viral di medsos sampai sekarang ini segera ada titik terang.
‘’Beberapa pegawai di RSSA sudah dimintai keterangan oleh penyidik Polres Malang terkait kasus ini. Kepada penyidik kami ceritakan apa adanya tanpa ada yang ditutup-tutupi,’’ kata Dony.
Lebih lanjut dari data yang menyebutkan, salah satu korban penipuan yang dilakukan Elgi Andansari adalah Surachman, warga Desa Songsong, Kelurahan Ardimulyo, Kecamatan Singosari.
Surachman mengungkapkan bahwa dirinya telah menyetor uang dengan total Rp 260 juta agar kedua anaknya bisa diterima bekerja di RSUD Saiful Anwar kepada Elgi Andan Sari. Pembayaran dilakukan secara bertahap dengan cara ditransfer dan tunai. Diantaranya mulai nominal Rp 125 juta, Rp 75 juta, hingga Rp 60 juta.
Akan tetapi, setelah semua uang yang diminta sudah diberikan, kedua anaknya belum juga bekerja di RSSA seperti yang dijanjikan Elgi Andasari. ‘’Sebelum diterima (di RSSA) sudah bayar
Tidak hanya keluarga Surachman saja yang jadi korban. Pengakuan serupa juga dialami salah satu korban warga asal Kediri. Dalam video yang telah beredar luas itu, korban penipuan yang melibatkan Elgi Andansari jumlahnya ratusan orang.
‘’Jumlah korban dalam lingkaran penipuan ini diperkirakan mencapai 100 orang dengan akumulasi kerugian menembus angka Rp10 miliar. Kasus yang bergulir sejak akhir tahun 2024 ini menggunakan modus menjanjikan kelulusan sebagai pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), P3K, hingga jalur cepat menjadi PNS di RSSA Malang,’’ tutupnya (Gih).
