
NEWSNOID.COM | MALANG, – Kontestasi pemilihan Ketua RW 03 Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, mulai menghangat. Tiga calon yang bersaing memperebutkan amanah warga memaparkan visi, misi, serta program unggulan masing-masing dalam agenda penyampaian visi dan misi di Jalan Poros Lesanpuro 1, Kamis (29/10/2026) malam.
Forum tersebut menjadi momentum bagi ketiga calon untuk menawarkan gagasan sekaligus meyakinkan masyarakat mengenai arah pembangunan lingkungan RW 03 ke depan.
Berbagai persoalan dan kebutuhan warga menjadi perhatian, mulai dari penguatan kerukunan, peningkatan pelayanan, pemberdayaan ekonomi, pengembangan generasi muda, hingga pembenahan infrastruktur.
Kegiatan dihadiri ketiga calon Ketua RW 03, Ketua RW petahana, tokoh masyarakat, seluruh Ketua RT 01 hingga RT 09, panitia penyelenggara, serta warga setempat.
Ketua panitia, Mufid, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia berharap forum penyampaian visi dan misi tidak sekadar menjadi tahapan formal pemilihan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menilai kapasitas, gagasan, dan komitmen masing-masing calon.
Menurutnya, pemilihan Ketua RW bukan hanya menentukan sosok pemimpin, melainkan juga menentukan arah kemajuan lingkungan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Kami berharap apa yang disampaikan masing-masing calon dapat memberikan gambaran mengenai arah pembangunan RW 03 ke depan. Semoga seluruh gagasan yang dipaparkan nantinya bisa membawa kemajuan bagi lingkungan, baik di tingkat RT maupun RW,” ujarnya.
Calon nomor urut 1, Hariono, menawarkan kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai budaya Jawa, terutama semangat saling menghormati, menghargai, dan menjaga hubungan sosial antarmasyarakat.
Baginya, kemajuan lingkungan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kuatnya kerukunan dan kepedulian sosial.
Nilai-nilai luhur seperti menghormati orang tua, tokoh masyarakat, serta para pendahulu kampung harus tetap dijaga di tengah perkembangan zaman.
Hariono, yang mengaku telah tinggal di kawasan Sonosari sejak 1985, menyebut kecintaannya terhadap lingkungan menjadi salah satu motivasi untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan RW 03.
Dalam pemaparannya, ia mengibaratkan RW 03 sebagai sebuah rumah besar yang memiliki sembilan kamar, yakni sembilan RT. Karena itu, menurutnya, seluruh RT harus menjadi satu kesatuan yang saling mendukung, bukan berjalan sendiri-sendiri.
“Harapan saya, sembilan RT ini bisa menjadi satu kesatuan. Antara kamar yang satu dengan kamar lainnya harus bisa bekerja sama dengan baik. Dengan begitu, akan tercipta lingkungan yang saling menghargai, saling mencintai, dan saling peduli,” ungkapnya.
Ia menegaskan, kebersamaan dan keharmonisan warga harus menjadi fondasi utama dalam membangun lingkungan yang aman dan nyaman.
Berbeda dengan calon pertama, calon nomor urut 2, Faisal GMP, menawarkan konsep pemberdayaan masyarakat dengan mengusung slogan “Bersama Warga Berkarya, Satu Hati Satu Tujuan Guna Mewujudkan Kampung Bersinar”.
Membawa semangat generasi muda, Faisal menilai kepemimpinan RW harus mampu merangkul seluruh kelompok masyarakat, baik kalangan muda maupun warga lama. Ia ingin menjadikan RW sebagai wadah kolaborasi yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sejumlah program prioritas disiapkannya, di antaranya pemerataan akses Program Indonesia Pintar (PIP), pendampingan kepesertaan BPJS Kesehatan maupun Kartu Indonesia Sehat (KIS) bagi warga yang membutuhkan, serta pengembangan UMKM melalui program KIP Jawara.
Faisal menjelaskan, program PIP telah berjalan selama tiga tahun. Jika dipercaya menjadi Ketua RW, ia berkomitmen memperluas pendampingan agar warga yang memenuhi persyaratan memiliki kesempatan lebih merata untuk mendapatkan akses bantuan pendidikan.
Di sektor ekonomi, ia mendorong setiap RT mengikutsertakan pelaku UMKM aktif dalam program pemberdayaan.
Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi warga.
Tak hanya itu, Faisal juga menyoroti perlunya menghidupkan kembali Karang Taruna RW 03. Menurutnya, generasi muda harus diberikan ruang, dukungan, dan kesempatan untuk mengembangkan kreativitas serta berkontribusi bagi lingkungan.
“Saya ingin anak-anak muda di RW 03 bisa lebih berkreasi dan menunjukkan kemampuannya. Jika diberi amanah, saya akan mendukung penuh kegiatan Karang Taruna agar kembali aktif dan produktif,” tegasnya.
Menariknya, Faisal juga memasukkan digitalisasi sebagai bagian dari program kerjanya.
Ia berencana mengembangkan media sosial resmi RW 03 melalui platform YouTube, Instagram, dan TikTok.
Media tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk mempublikasikan kegiatan warga, menyampaikan informasi lingkungan, sekaligus memperkenalkan potensi RW 03 kepada masyarakat luas.
Sementara itu, calon nomor urut 3, Sanusi, mengusung visi mewujudkan RW 03 sebagai lingkungan yang aman, bersih, serta didukung pelayanan masyarakat yang optimal.
Ia menempatkan pelayanan warga sebagai salah satu prioritas utama. Menurutnya, seorang Ketua RW harus mampu melayani masyarakat dengan ikhlas, tulus, terbuka, serta menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dengan seluruh Ketua RT 01 hingga RT 09.
Dalam program kerjanya, Sanusi menyoroti sejumlah kebutuhan lingkungan, mulai dari penguatan kegiatan sosial kemasyarakatan, pemberdayaan organisasi warga, hingga pembenahan sarana dan prasarana.
Salah satu perhatian utamanya adalah mengaktifkan kembali Karang Taruna dengan memberikan dukungan terhadap berbagai kebutuhan dan kegiatan kepemudaan.
Ia juga berkomitmen menggelar kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan setiap tahun sebagai sarana memperkuat kebersamaan warga.
Di bidang infrastruktur, Sanusi menyoroti kondisi gapura RW 03 yang mulai miring dan membutuhkan renovasi.
Selain itu, ia berencana memperjuangkan penanganan persoalan saluran air, pembenahan makam, serta pembangunan lanjutan Balai RW.
Sementara dalam pemberdayaan masyarakat, ia ingin memperkuat kegiatan PKK, Posyandu, dan PAUD melalui pengajuan bantuan maupun program pelatihan kepada pemerintah.
Sanusi menilai, berbagai kebutuhan tersebut tidak bisa diwujudkan hanya dengan mengandalkan kemampuan swadaya masyarakat.
Diperlukan koordinasi dan pengajuan proposal kepada instansi pemerintah maupun pihak terkait agar mendapatkan dukungan program dan anggaran.
“Kami ingin memberikan pelayanan terbaik kepada warga dengan ikhlas dan tulus. Selain itu, kerja sama dengan seluruh RT harus dilakukan secara terbuka agar berbagai kebutuhan masyarakat bisa diperjuangkan bersama,” paparnya.
Pemaparan ketiga calon memperlihatkan adanya perbedaan penekanan program yang ditawarkan kepada masyarakat.
Hariono menitikberatkan pada penguatan kerukunan dan nilai sosial, Faisal GMP membawa agenda pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kepemudaan, serta digitalisasi, sedangkan Sanusi lebih menonjolkan peningkatan pelayanan dan pembenahan infrastruktur lingkungan.
Perbedaan gagasan tersebut menjadi bahan pertimbangan bagi warga dalam menentukan calon pemimpin yang dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat RW 03.
Lebih dari sekadar memilih Ketua RW, momentum ini diharapkan menjadi awal penguatan partisipasi masyarakat dalam membangun lingkungan.
Sebab, keberhasilan program kerja nantinya tidak hanya bergantung pada sosok ketua terpilih, tetapi juga membutuhkan dukungan, komunikasi, dan gotong royong seluruh warga.
Panitia berharap seluruh tahapan pemilihan Ketua RW 03 berlangsung tertib, aman, dan kondusif dengan tetap menjaga persaudaraan.
Siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah, tantangan utamanya adalah membuktikan bahwa visi dan misi yang disampaikan bukan sekadar janji dalam forum pemilihan, melainkan dapat diwujudkan menjadi program nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.(yun)




















