
newsnoid.com, Malang– Gelombang dukungan besar untuk Arema FC kembali membahana. Ribuan Aremania dipastikan “ladub” atau berangkat menuju Bandung guna memberikan dukungan langsung saat Singo Edan bersua Persib Bandung, Jumat (24/4/2026) malam.
Berdasarkan data yang dihimpun, total lebih dari 40 armada bus dan kendaraan pribadi mulai bergerak secara bertahap sejak Kamis (23/4/2026) malam.
Rombongan berangkat dari berbagai titik kumpul di Malang Raya dengan misi yang sama: damai, tertib, dan menjunjung tinggi silaturahmi.
Salah satu titik pemberangkatan terbesar berada di markas Curvasud Arema. Sejak Kamis sore, kawasan tersebut sudah dipadati suporter.
Yang menarik, rombongan kali ini tidak hanya diisi orang dewasa. Banyak Aremania yang turut mengajak anak-anak mereka.
Pemandangan itu menegaskan bahwa perjalanan ke Bandung bukan sekadar soal sepak bola, melainkan juga edukasi tentang persaudaraan lintas kesebelasan.
Capo Curvasud Arema, Ayah Supri, menegaskan bahwa koordinasi dengan pihak suporter Bandung sudah terjalin sangat baik jauh hari sebelum keberangkatan. Menurutnya, agenda utama tur kali ini justru lebih banyak diisi dengan kegiatan silaturahmi.
“Yang paling penting itu silaturahmi. Kita datang sebagai saudara. Soal keamanan, kita jaga bersama. Sebelum masuk stadion, semua rombongan wajib di-sweeping. Tidak boleh ada yang bawa miras,” tegas Ayah Supri saat melepas rombongan.
Senada, Sesepuh Curvasud Sam Ari “Ambon” Susanto menekankan prinsip saling menghormati.
Ia mengingatkan bahwa saat Persib bertandang ke Malang, Aremania juga menerima kedatangan Bobotoh dengan tangan terbuka.
“Ya ini adalah silaturahmi, kata itu sudah mewakili keberangkatan kita. Kita dibalas baik di Malang, kita juga harus berbuat baik di Bandung. Sepak bola itu 90 menit, tapi persaudaraan selamanya,” ujar Sam Ari.
Pesan untuk menjaga nama baik Arema juga datang dari sesepuh Aremania lain yang turut ladub, Pak Eko. Ia berpesan secara khusus kepada seluruh “nawak Aremania” agar menampilkan sikap terbaik selama berada di Kota Kembang.
“Untuk nawak Aremania, jaga kehormatan Arema. Kita sebagai tamu harus menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan di Bandung. Tunjukkan bahwa kita suporter dewasa. Salam Satu Jiwa! Arema,” serunya.
Sementara itu, Ndan Nawi, sesepuh Curvasud Arema lainnya, kembali menggarisbawahi etika sebagai tamu. Menurutnya, kemenangan atau kekalahan di lapangan adalah hal biasa, namun sikap di luar lapangan akan selalu dikenang.
“Kita berangkat bawa nama Arema, bawa nama Malang. Utamanya adalah kesopanan. Kalah menang itu urusan kedua. Yang pertama, jangan sampai mencoreng nama baik kita sendiri,” kata Ndan Nawi.
Rombongan Aremania diperkirakan tiba di Bandung pada Jumat pagi hingga siang. Selain akan menggelar koordinasi dengan pihak keamanan dan panpel setempat, beberapa agenda silaturahmi dengan komunitas Bobotoh juga telah dijadwalkan sebelum pertandingan dimulai.
Laga Persib Bandung vs Arema FC sendiri diprediksi berlangsung sengit karena kedua tim memiliki suporter fanatik Liga 1 2025/2026.
Namun, pesan damai yang terus digaungkan Aremania diharapkan menjadi oase di tengah rivalitas panas kedua kesebelasan.(win).