
newsnoid.com, Malang– Riuh tepuk tangan dan tiupan peluit wasit mengiringi gelaran Kejuaraan Renang Divif 2 Kostrad 2026 di Kolam Renang Tirta Vicada, Malang.
Di antara ratusan peserta dari berbagai daerah, perhatian tertuju pada sosok bocah 10 tahun yang berdiri di tepi lintasan dengan napas tertahan. Meski rautnya masih malu-malu, sorot matanya menyimpan tekad besar: membuktikan diri di kolam renang.
Bocah itu bernama Rajendra Azka Adyatma, perenang cilik asal Malang yang kini memperkuat Tirta Nirmala Swimming Club.
Baru sejak Juni 2025 Azka mulai latihan serius, namun keberaniannya tampil di ajang sebesar Divif 2 Kostrad 2026 menunjukkan mental bertanding yang tak bisa dipandang sebelah mata.
Bagi anak seusianya, tampil di hadapan ratusan penonton dan bersaing dengan atlet yang lebih senior tentu bukan perkara mudah. Tekanan itu pula yang coba ditaklukkan Azka.
“Yang paling menegangkan saat lihat lawan-lawan sudah lebih jago. Jaraknya jauh, badannya lebih tinggi. Tapi Coach bilang, kalau sudah di blok start, semua sama. Jadi harus berani,” tutur Azka dengan suara lirih namun mantap saat ditemui usai pertandingan.
Proses Cepat dari Nol hingga Podium,
Azka adalah siswa MINU Polowijen Malang. Di sekolah ia dikenal pendiam dan pemalu. Namun begitu menyentuh air, karakter berbeda muncul. Di bawah arahan Coach Adi dari Tirta Nirmala Swimming Club, Azka menjalani latihan intensif empat kali sepekan, tiap Selasa, Rabu, Kamis, dan Sabtu.
“Azka ini anaknya anteng, tapi kalau dikasih target dia mau usaha. PR terbesarnya memang membangun keberanian. Dia harus belajar bahwa atlet itu bukan cuma cepat, tapi juga disiplin dan konsisten datang latihan meski capek,” jelas Coach Adi.
Disiplin itu mulai berbuah. Sebelum turun di Divif 2 Kostrad 2026, Azka lebih dulu menjajal mentalnya di ajang Fun Swim awal tahun 2026. Hasilnya mengejutkan: juara 1 dan juara 3 berhasil ia bawa pulang. Torehan tersebut menjadi validasi bahwa kerja kerasnya di kolam tidak sia-sia.
Mimpi Ganda: Seragam Loreng dan Merah Putih, Yang membuat kisah Azka berbeda adalah mimpi besarnya. Bocah yang juga gemar menggambar ini tak hanya ingin jadi juara renang. Ia punya dua cita-cita: menjadi atlet renang nasional dan mengabdi sebagai prajurit TNI.
“Renang buat Azka itu bukan sekadar olahraga. Kami melihat ini sebagai cara membentuk mental. Biar dia lebih percaya diri, disiplin, dan berani. Nilai-nilai itu kan sama dengan yang dibutuhkan prajurit,” ungkap Dina, ibu Azka.
Dina menambahkan, di saat banyak anak seusianya habis waktu dengan gadget, Azka memilih bangun pagi untuk latihan. “Capek pasti. Pernah ngeluh. Tapi habis itu dia berangkat lagi. Dia bilang mau kayak tentara, harus kuat.”
Target: Lebih Baik dari Kemarin, Bagi Azka, setiap kompetisi adalah sekolah. Ia belajar menerima kekalahan, mengelola gugup, dan merayakan kemajuan sekecil apa pun, termasuk memangkas catatan waktu 1 detik.
“Target Azka sekarang simpel: harus lebih baik dari Azka yang kemarin. Kalau bisa pecah waktu pribadi, itu sudah senang banget,” kata Coach Adi.
Perjalanan Rajendra Azka Adyatma memang masih panjang. Namun keberanian anak Malang ini untuk mulai melangkah, jatuh, bangkit, dan bermimpi besar sejak usia 10 tahun menjadi fondasi penting.
Di kolam renang Tirta Vicada, ia tidak hanya berenang melawan lawan, tapi juga melawan rasa takut dalam dirinya, demi satu tujuan: mengibarkan Merah Putih dan mengenakan loreng kebanggaan.
(yun)
