
NEWSNOID.COM | SIDOARJO – Ribuan jamaah memadati halaman parkir Mal Pelayanan Publik (MPP) Sidoarjo, Kamis malam (15/10/2026), dalam gelaran Geprekin Aja Bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.
Selain memperingati Hari Santri Nasional, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memanjatkan doa bagi keselamatan, persatuan, dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sidoarjo.
Bupati Sidoarjo H. Subandi mengaku bangga karena Sidoarjo kerap menjadi tempat berkumpulnya masyarakat untuk bersholawat.
Menurutnya, tradisi keagamaan semacam ini bukan sekadar mempererat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi ruang untuk merawat kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat.
Didampingi istrinya, Hj. Sriatun Subandi, Bupati Subandi hadir di tengah ribuan jamaah yang melantunkan sholawat dengan khidmat. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pengusaha kuliner Geprekin Aja yang menggelar kegiatan tersebut.
“Geprekin Aja Bersholawat ini diharapkan membawa keberkahan bagi Kabupaten Sidoarjo. Semoga Allah SWT juga memberikan kemudahan kepada Gus Mirza selaku pendiri usaha kuliner Geprekin Aja,” ujar Subandi.
Ia menilai kehadiran Habib Syech yang memimpin majelis sholawat membawa kesejukan sekaligus semangat kebersamaan bagi masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Subandi mengajak jamaah menjadikan doa bersama sebagai ikhtiar spiritual untuk menjaga Sidoarjo tetap aman, damai, dan terhindar dari berbagai ancaman.
“Malam ini, mari kita mengetuk pintu langit untuk memohon kepada Allah SWT agar Kabupaten Sidoarjo senantiasa dilindungi dari segala bentuk bencana, marabahaya, serta perpecahan. Semoga perekonomian semakin tumbuh dan masyarakat semakin sejahtera,” tuturnya.
Lebih dari sekadar peringatan keagamaan, Subandi juga menempatkan momentum Hari Santri Nasional sebagai pengingat pentingnya peran santri dalam perjalanan bangsa.
Menurutnya, santri masa kini harus mampu memadukan penguasaan ilmu agama dengan kecakapan menghadapi perkembangan zaman.
Santri diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang kuat, tetapi juga berbekal kecerdasan, kemandirian, dan akhlak yang baik.
Dengan bekal tersebut, mereka dapat mengambil peran lebih besar dalam mendorong kemajuan daerah maupun bangsa.
“Santri masa kini harus adaptif terhadap perkembangan zaman, cerdas, mandiri, berakhlakul karimah, serta siap berkontribusi aktif dalam membangun Kabupaten Sidoarjo,” kata Subandi.
Ia berharap semangat Hari Santri tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan tumbuh menjadi dorongan nyata bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan.
Nilai keagamaan, persatuan, dan kepedulian sosial perlu berjalan beriringan dengan upaya mewujudkan Indonesia Emas.
Melalui kegiatan bersholawat tersebut, Subandi berharap Sidoarjo terus menjadi ruang tumbuhnya kehidupan religius yang sejalan dengan semangat persatuan, kemajuan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Shadra)




















