
NEWSNOID.COM | SIDOARJO –Ambisi Kabupaten Sidoarjo untuk meningkatkan prestasi olahraga pelajar di Jawa Timur kembali diuji. Sebanyak 453 atlet yang terdiri dari 429 atlet Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XV dan 24 atlet Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) III Jawa Timur 2026 resmi diberangkatkan untuk mengharumkan nama Kabupaten Sidoarjo.
Pelepasan kontingen dilakukan langsung oleh Bupati Sidoarjo H. Subandi, SH., http://M.Kn., di Pendopo Delta Wibawa, Senin (2/11/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Subandi menegaskan kontingen Sidoarjo tidak sekadar ikut kompetisi, tetapi harus berani membidik prestasi yang lebih tinggi.
Target Lampaui 87 Medali Popda 2024
Target tersebut bukan tanpa alasan. Pada Popda 2024 lalu, Sidoarjo berhasil menempati peringkat ketiga klasemen akhir perolehan medali tingkat Jawa Timur dengan raihan 87 medali, terdiri dari 29 emas, 31 perak, dan 27 perunggu.
Capaian tersebut menjadi modal sekaligus tantangan bagi kontingen tahun ini untuk mencatatkan hasil yang lebih baik.
Bupati Subandi meminta seluruh atlet tampil dengan kepercayaan diri tinggi, menjaga sportivitas, serta tidak mudah menyerah menghadapi persaingan. Slogan _Wayahe Sidoarjo Juara_ harus menjadi semangat bersama yang diwujudkan melalui perjuangan nyata di arena pertandingan.
“Kalian adalah wajah dari kerja keras, disiplin, dan ketekunan yang selama ini telah ditempa melalui latihan panjang. Sekarang saatnya wayahe Sidoarjo juara,” tegas Subandi.
Menurutnya, para atlet yang diberangkatkan merupakan kebanggaan masyarakat Sidoarjo.
Di pundak mereka terdapat harapan untuk membawa nama daerah semakin diperhitungkan dalam peta olahraga pelajar Jawa Timur.
Karena itu, Subandi meminta seluruh atlet mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari sisi kemampuan teknik, mental bertanding, maupun kondisi kesehatan.
“Dengan hati yang teguh, sportivitas tinggi, dan rasa percaya diri, kita harus optimistis mampu mencapai hasil yang lebih baik lagi,” ujarnya.
Pemkab Siapkan Bonus untuk Peraih Emas
Tidak hanya menargetkan peningkatan prestasi, Pemkab Sidoarjo juga menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan pembinaan atlet.
Subandi menyebut atlet pelajar merupakan aset daerah yang harus mendapatkan perhatian, dukungan, serta kesempatan berkembang.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus mendorong peningkatan kualitas pembinaan, pelatihan, hingga dukungan penganggaran bagi pengembangan olahraga di Kabupaten Sidoarjo.
Sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi, Subandi telah menyiapkan uang pembinaan atau bonus bagi atlet yang berhasil meraih medali emas dalam Popda XV dan Peparpeda III Jawa Timur 2026.
“Hari ini Pak Bupati juga sudah menyiapkan uang pembinaan kepada atlet yang mendapatkan emas. Tinggal panjenengan berjuang keras, semangat tinggi, tetap jaga kesehatan, dan meminta doa orang tua,” pesannya.
Subandi juga mengingatkan agar para atlet tidak melupakan dukungan keluarga. Doa orang tua dan semangat pantang menyerah diharapkan menjadi kekuatan tambahan ketika menghadapi pertandingan.
Pertandingan Berlangsung di Ngawi dan Surabaya
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sidoarjo, Rudi Setiawan, menjelaskan Popda XV dan Peparpeda III Jawa Timur 2026 berlangsung pada 30 Oktober hingga 11 November 2026.
Kabupaten Ngawi menjadi tuan rumah utama penyelenggaraan, sedangkan sejumlah pertandingan lainnya dilaksanakan di Kota Surabaya.
Kabupaten Sidoarjo mengirimkan 429 atlet beserta ofisial untuk Popda XV dan 24 atlet beserta ofisial untuk Peparpeda III.
Dari kontingen tersebut, sebanyak 252 atlet dan 52 pelatih akan mengikuti berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan di Kabupaten Ngawi.
“Pembukaan Popda dilaksanakan di Kabupaten Ngawi,” jelas Rudi.
Dengan kekuatan kontingen tersebut, Sidoarjo berharap mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu daerah dengan prestasi olahraga pelajar terbaik di Jawa Timur, sekaligus memperbaiki capaian perolehan medali pada penyelenggaraan sebelumnya.
Kini, tantangan bagi seluruh atlet adalah membuktikan hasil pembinaan melalui prestasi di arena pertandingan.
Bukan sekadar membawa nama daerah, tetapi juga menjawab kepercayaan dan harapan masyarakat Sidoarjo melalui semangat juang dan mental juara. (Sadhra)




















