
NEWSNOID.COM, MALANG – Kebakaran melanda Toko Ogan, ruko penjual furnitur dan elektronik di Jalan Bondowoso, Kelurahan Gadingkasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Kamis (1/10/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut sempat mencekam. Seorang penjaga malam, Farid Efendi (20), warga Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, terjebak di dalam ruko saat api membesar.
Korban akhirnya berhasil dievakuasi petugas pemadam kebakaran dalam kondisi mengalami luka bakar dan langsung dilarikan ke RSUD Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, mengatakan laporan kebakaran diterima pukul 02.55 WIB.
Petugas langsung bergerak dua menit kemudian dengan mengerahkan empat unit kendaraan dan 13 personel.
“Kami tiba di lokasi sekitar pukul 03.05 WIB. Setelah penilaian awal, petugas langsung mencari akses untuk menjangkau korban yang masih di dalam,” ujar Pandu, Kamis (1/10/2026).
Farid ditemukan di dalam bangunan dan berhasil dievakuasi. Setelah korban diamankan, petugas fokus melakukan pemadaman dan pendinginan.
Proses pemadaman dimulai pukul 03.06 WIB dan berlangsung sekitar 90 menit. Api berhasil dipadamkan pada pukul 04.36 WIB.
Untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa, petugas melanjutkan pendinginan hingga lokasi dinyatakan aman.
Empat unit kendaraan dikerahkan dalam operasi ini, yakni Ayaxx09, Matra, Trembelo, dan Tangki 04 dengan total penggunaan air sekitar 18.000 liter.
“Setelah korban berhasil dievakuasi, pemadaman dan pendinginan dilanjutkan sampai lokasi dipastikan aman,” kata Pandu.
Berdasarkan laporan awal, luas area terdampak kebakaran sekitar 90 meter persegi.
Seluruh personel meninggalkan lokasi sekitar pukul 04.50 WIB dan kembali ke markas pukul 05.00 WIB.
Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Namun penyebab pasti dan nilai kerugian material masih dalam penyelidikan.
Penanganan di lapangan turut melibatkan Polresta Malang Kota, Bhabinkamtibmas, Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), serta sejumlah ambulans, di antaranya J99, Es Teh Anget, dan Aremania.
Pandu menegaskan, penanganan tidak hanya berorientasi pada pemadaman, tetapi keselamatan korban menjadi prioritas utama sejak awal petugas tiba di lokasi.
“Penanganan kejadian tersebut tidak hanya berorientasi pada pemadaman api. Keselamatan korban yang berada di dalam bangunan menjadi perhatian utama petugas sejak awal tiba di lokasi,” tegasnya.(win)
