
newsnoid.com, Malang – Universitas Brawijaya (UB) memperkuat langkah hilirisasi hasil riset dengan menandatangani Nota Kesepahaman bersama VOSCO, Mitufaya, dan Grand Mercure Malang Mirama.
Penandatanganan berlangsung di Gedung Rektorat UB, Rabu 16 Juli 2026, dan menjadi strategi untuk mempercepat pengembangan serta pemasaran BOUMI, produk inovasi karya civitas akademika UB melalui Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains dan Teknologi (DIKST).
MoU ditandatangani langsung oleh Rektor UB Prof. Widodo, http://S.Si., M.Si., Ph.D., Med.Sc. bersama tiga mitra industri. Dari pihak industri hadir Hendi Suryo Leksono, S.E., M.M., Founder VOSCO sekaligus Ketua BPC HIPMI Kota Malang; Taufiq Akbar, Founder Mitufaya; dan perwakilan Grand Mercure Malang Mirama yang mewakili General Manager, Dr. Sugito Adhi. Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Prof. Dr. Unti Ludigdo, SE., M.Si., Ak. juga turut hadir menyaksikan.
Dalam sambutannya, Prof. Widodo menegaskan perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada publikasi ilmiah. Hasil riset harus sampai ke masyarakat melalui proses hilirisasi.
“Kolaborasi dengan dunia usaha adalah bagian penting membangun ekosistem inovasi. Tujuannya menciptakan nilai tambah, membuka peluang ekonomi baru, sekaligus meningkatkan daya saing bangsa,” ujarnya.
DIKST UB menjadi penggerak utama proses hilirisasi. Perwakilan DIKST, Dias Satria, S.E., M.App.Ec., Ph.D., menyampaikan bahwa kampus tidak bisa berjalan sendiri.
“Harapan kami, produk-produk hasil riset civitas akademika UB tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu berkembang menjadi produk yang dikenal luas, memberikan nilai ekonomi, serta menjawab kebutuhan masyarakat,” kata Dias.
PT Brawijaya Multi Usaha (BMU) juga dilibatkan sebagai ekosistem UB yang fokus pada komersialisasi. BMU bertugas mengembangkan model bisnis, menjajaki kemitraan, dan memperkuat potensi pasar agar inovasi tidak berhenti di tahap riset, tetapi lanjut ke implementasi dan pengembangan bisnis.
Hendi Suryo Leksono menyambut baik sinergi ini. Menurutnya, peran dunia usaha adalah mempercepat adopsi inovasi lewat validasi pasar, pengembangan produk, hingga perluasan distribusi.
“Indonesia punya banyak inovasi dari kampus. Tantangannya adalah bagaimana inovasi itu diterima pasar dan memberi dampak ekonomi. Ketika kampus, unit bisnis universitas, dan industri jalan bersama, proses hilirisasi akan lebih cepat dan manfaatnya lebih luas,” ungkap Hendi.
Setelah penandatanganan, para mitra melanjutkan diskusi dan ramah tamah di UB Guest House yang dipimpin Direktur Operasional UB, Didik Huswo Utomo, Ph.D. Agenda utamanya membahas langkah implementasi kerja sama, strategi pengembangan ekosistem BOUMI, dan peluang kolaborasi lanjutan.
Melalui sinergi UB, DIKST, BMU, VOSCO, Mitufaya, dan Grand Mercure Malang Mirama, kerja sama ini diharapkan menjadi model kolaborasi yang mempercepat hilirisasi riset, memperkuat daya saing produk inovasi Indonesia, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat maupun dunia usaha.
(*)
