
newsnoid.com, Malang – Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., memastikan Pemerintah Kota Malang terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam penanggulangan tuberkulosis (TBC) sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan eliminasi TBC nasional. Melalui sinergi antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat, tren kasus TBC di Kota Malang menunjukkan penurunan, dari 2.754 kasus pada 2025 menjadi 1.284 kasus per 9 Juli 2026.
“Bagi kami, TBC adalah tantangan bersama yang menyangkut kualitas sumber daya manusia, produktivitas masyarakat, dan masa depan daerah. Karena itu, Pemerintah Kota Malang menempatkan penanggulangan TBC sebagai salah satu prioritas pembangunan kesehatan yang dijalankan melalui kolaborasi lintas sektor,” ujar Wali Kota Wahyu saat menyampaikan sambutan pada Kegiatan Fasilitasi Teknis Intervensi Kewilayahan dalam Penanggulangan Tuberkulosis yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan, Kamis (30/7/2026).
Kolaborasi tersebut, imbuh Wali Kota Wahyu, dilakukan secara masif di berbagai level. Mulai dari pimpinan paling atas, kami dari Pemkot Malang, sampai dengan RT/RW. Dan juga termasuk kader-kader yang tadi hadir. Ada dari Puskesmas, tenaga kesehatan, dan juga dari PKK. Nah, ini kami harapkan ini masif untuk melakukan hal ini. Jangan sampai kita melakukan satu hal yang akhirnya bisa menyebabkan TB ini tinggi lagi,” ucapnya
Wali Kota Wahyu juga menjelaskan guna mempercepat eliminasi TBC, Pemkot Malang membentuk tim percepatan penanggulangan TBC, mengaktifkan kelurahan siaga TBC di seluruh kelurahan, maupun menghadirkan layanan TBC di seluruh puskesmas. Juga tersedia di 80 klinik dan 28 rumah sakit yang telah menjadi jejaring layanan TBC.
Selain itu, tambah Wali Kota Wahyu, Pemkot Malang juga terus meningkatkan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan. Di antaranya melalui promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, peningkatkan deteksi dini di masyarakat. Mengoptimalkan skrining melalui website e-TB, melaksanakan skrining menggunakan Mobile X-Ray di berbagai kelurahan, serta memperluas akses terhadap layanan TBC.
Ia berharap, berbagai upaya berbagai upaya yang telah dilakukan dapat mengendalikan angka TBC di Kota Malang. “Kami menindaklanjuti bahwa ini adalah salah satu program Presiden yang kami laksanakan. Dan tentu di Kota Malang secara masif kita lakukan dan tadi kami juga melakukan penandatanganan kontrak bersama dari berbagai komunitas, sektor. Walaupun kita sudah melaksanakan, hal tersebut, dan siaga kelurahan sudah 100% tetapi kami tetap memonitor dan mengevaluasi semua yang sudah kita lakukan,” kata Wali Kota Wahyu.
Komitmen tersebut lantas mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Kesehatan, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K). Menurutnya, Kota Malang merupakan salah satu daerah dengan praktik baik dalam penanggulangan TBC, khususnya melalui penerapan Kelurahan Siaga TB di seluruh kelurahan.
“Program-program ini di Kota Malang secara umum luar biasa. Kelurahan Siaga TB sudah lengkap. Di Indonesia (kelurahan siaga TB) baru 8 persen, tapi Kota Malang sudah 100 persen. Dengan adanya Kelurahan Siaga TB otomatis kadernya sudah bekerja dengan baik. Ini yang akan kita tingkatkan menjadi siaga tinggi di seluruh Indonesia,” ujar Wamenkes.
Sementara itu, Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan,Dr. Drs. Safrizal ZA, M.Si. menyebut keberhasilan penurunan angka TB harus didukug dengan upaya kolaborasi.
“Tentu untuk menurunkan itu kita semua dibantu Kemenkes. Ini kerja kolaborasi, kerja terintegrasi antar tingkatan pemerintahan maupun secara horizontal. Kemendagri, Kementerian Sekretariat Negara, ada Kemenko. Kemudian jajaran vertikal dengan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten Kota, bahkan aparatur kewilayahan sampai ke tingkat RW RT kita ajak kerja sama,” ucapnya. (*)