
newsnoid.com, Malang – Momen yang bahagia, dan harus di apresiasikan kususnya di pendidikan Kota Malang yang mempunyai bakat terselurkan, seperti Zabdan Bidonk Bangun Kita Racing.
Dalam event Sinergi Roadrace X Supermoto Championship geberan dan tunggangan Zabdan Bidonk 101, sangat sengit di suara deru mesin dan semangat kompetisi pertarung pembalap semakin menggema, alhasil dari geberan itu menuai wujud yang memacu semangat sang putra dari sang ayah Sayud Bangun Kita Garace serta Animo Garace yang setiap event menemani, pada Minggu (31/5/2026).
Event balap motor yang digelar, di Sirkuit non-permanen Kawasan Bundaran Tugu, Jalan Kertanegara, Kota Malang ini, tidak hanya menjadi tontonan menarik bagi pecinta otomotif, tetapi juga dinilai memiliki dampak besar bagi pembinaan generasi muda dan tua hingga pergerakan ekonomi.
Menurut Sayud saat di koonfirmasi melalui WhatsAapnya, sebenarnya kita sebagai orang tua hanya suport untuk anak-anak kita. Penerapan ini buat memacu dari sang anak, dan masih banyak mantan dan masih exis di dunia balap salah satu di antara pembalap roadrace Agus Thole dari Rabani Racing Afif KWB Race, multiplier effect dari sebuah event berskala regional hingga nasional sangat besar ini, terhadap perputaran uang di daerah.
Tingkat hunian hotel meningkat, sektor kuliner bergeliat, hingga pelaku usaha kecil mendapatkan manfaat langsung dari ramainya kunjungan wisatawan.
“Sayud, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan event tersebut. Menurutnya, Kota Malang memiliki sejarah panjang sebagai salah satu barometer perkembangan balap motor di Indonesia,” ujarnya.
Di Kota Malang dulu dikenal sebagai salah satu barometer balap motor. Karena itu saya menyambut baik hadirnya Roadrace, Supermoto, Motorcross, sebagai wadah positif bagi anak-anak muda yang memiliki bakat dan hobi di dunia balap motor.
Lanjut Sayud dalam event seperti ini menjadi sarana yang tepat untuk menyalurkan minat generasi muda ke arah yang lebih positif dan terarah. Selain menjadi ajang kompetisi, Roadrace Supermoto juga dinilai mampu mendukung pembinaan atlet-atlet balap potensial yang kelak dapat mengharumkan nama daerah di berbagai kejuaraan dan prestasi termasuk ke pendidikan.
“Dalam event ini bagian dari pembinaan positif. Mereka yang memiliki kegemaran balap motor bisa menyalurkan bakatnya melalui kompetisi resmi dan terukur, bukan di jalanan,” ungkap Sayud.
Gelar event ini tak hanya diikuti peserta dari Kota Malang, event yang bersifat terbuka tersebut juga menarik perhatian pembalap dari berbagai daerah.
“Kalau kita berbicara olahraga seperti ini, dampak ekonominya luar biasa. Menarik pengunjung yang datang tidak hanya menonton balapan, tetapi juga bisa memberi pendapatan kepada Pemerintah Kota Malang,” tuturnya.
Sayud menegaskan bahwa penyelenggaraan Roadrace Supermoto Championship ini menjadi bukti nyata bahwa Kota Malang sangat terbuka dan ramah terhadap berbagai event berskala besar. Hal itu sejalan dengan program Pemerintah Kota Malang yang terus mendorong lahirnya ribuan kegiatan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa proses penjaringan atlet berada di bawah koordinasi organisasi olahraga terkait dan KONI Kota Malang sebagai induk organisasi olahraga daerah yang resmi.
“Sayud berharap di event seri ke 2 ini bisa mendapatkan yang lebih baik lagi, karena bibit pemula dari pembalap muda ini perlu di apresiasikan untuk wujud di dunia pendidikan dan ke olah raga yang di kenal xtream, bahwa cabang olahraga balap motor kini telah menjadi olahraga resmi yang dipertandingkan dalam berbagai ajang multi-event, mulai tingkat daerah hingga nasional,tandasnya,” (Gih).