
newsnoid.com, Malang– Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Malang kembali menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat, Selasa (20/1/2026). Kegiatan ini merupakan agenda rutin bulanan sebagai bentuk amanah para muzakki dan munfik yang telah menitipkan zakat, infak, serta sedekahnya melalui BAZNAS.
Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Malang, Muhammad Wahid, D.Pd.I, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan kali ini mencakup lima program utama, yakni pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, sosial, dan dakwah.
“Pendistribusian ini rutin kami lakukan setiap bulan sebagai bentuk tanggung jawab atas amanah para muzakki dan munfik,” ujarnya.
Wahid menegaskan, seluruh bantuan yang disalurkan telah disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penerima manfaat.
Hal ini dilakukan agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal.
“Kami pastikan bantuan sesuai dengan kebutuhan yang diajukan. Jangan sampai ada yang mengajukan perbaikan rumah, tetapi justru menerima barang yang tidak relevan. Itu bisa salah penggunaan,” tegasnya.
Pada penyaluran kali ini, tercatat sebanyak 63 penerima manfaat. Namun, karena keterbatasan tempat, distribusi dilakukan secara bertahap. Sementara untuk penerima program pendidikan akan dijadwalkan pada sesi berikutnya.
Wahid menambahkan, bantuan terbanyak disalurkan melalui program pendidikan dan kemanusiaan.
Hal tersebut dipengaruhi oleh cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Malang beberapa waktu lalu, hingga menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, atap ambruk, bahkan tersapu angin.
“Ini menjadi perhatian serius kami di BAZNAS untuk membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Malang, Prof. Kasuwi Saiban, menyampaikan bahwa total bantuan yang disalurkan bulan ini mencapai 147 paket, meningkat dibanding bulan sebelumnya yang hanya 128 paket.
“Bulan ini kami maksimalkan pendistribusian. Kelebihan paket bantuan ini berasal dari hasil kerja sama dengan berbagai pihak,” jelasnya.
Prof. Kasuwi juga mengajak aparatur sipil negara (ASN) di Kota Malang untuk meningkatkan kesadaran dalam menunaikan zakat profesi.
“Jika ASN berzakat minimal 2,5 persen dari gaji, potensi penghimpunan zakat akan jauh lebih besar. Ini bagian dari kewajiban yang harus kita laksanakan,” pungkasnya. (yun)
