
newsnoid.com, Malang – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memimpin kegiatan tanam padi serentak sekaligus mengikuti Zoom Gerakan Tanam Serentak se-Provinsi Jawa Timur di lahan milik Arif, anggota Kelompok Tani (Poktan) Tani Mulyo III, Jalan Raya Mulyorejo No. 95, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun. Kamis (23/4/2026)
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan masa tanam padi guna menjaga produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah ancaman musim kemarau yang diperkirakan berlangsung cukup panjang.
Wahyu Hidayat mengatakan percepatan tanam dilakukan dengan memanfaatkan sisa musim hujan yang diprediksi masih terjadi hingga akhir April.
“Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Jawa Timur masih mengalami hujan sampai akhir April. Sementara kondisi El Nino di Jawa Timur berada pada kategori sedang,” ujarnya.
Menurut Wahyu, ketersediaan air di Kota Malang masih relatif aman karena didukung aliran sungai yang mencukupi hampir sepanjang tahun. Kondisi tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi padi di wilayah Kota Malang.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kota Malang juga menyalurkan bantuan benih padi kepada para petani. Bantuan tersebut berupa benih varietas Inpari 32 dan Inpari 45 dengan total 10 ton atau 10.000 kilogram pada Tahun Anggaran 2026.
“Harapannya, para petani dapat menjalankan usaha taninya tanpa kendala dalam penyediaan benih,” jelasnya.
Selain bantuan benih, kesiapan pupuk subsidi juga telah dipersiapkan melalui koordinasi antara Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta kelompok tani. Kebutuhan pupuk tahun 2026 telah disusun sejak 2025, sementara kebutuhan tahun 2027 kini tengah dalam proses penyusunan e-RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani).
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang, Slamet Husnan, menjelaskan percepatan tanam dilakukan secara serentak di berbagai daerah sebagai bagian dari program nasional hingga tingkat daerah.
Secara nasional, gerakan tanam serentak telah digelar pada Selasa lalu dengan pusat kegiatan di Jambi. Sedangkan di tingkat Provinsi Jawa Timur, kegiatan dipusatkan di Kabupaten Ngawi.
Untuk Kota Malang, lokasi tanam dipusatkan di Kelurahan Mulyorejo dengan luas lahan sekitar 1,1 hektare yang masih siap tanam. Sementara di empat kecamatan lainnya, tanaman padi telah lebih dahulu ditanam dan kini memasuki usia sekitar 35 hari.
Melalui percepatan tanam ini, Pemkot Malang optimistis mampu menjaga produktivitas padi, memastikan ketersediaan pangan, serta menjaga stabilitas harga bagi masyarakat.(yun).
