
newsnoid.com, Sidoarjo– Keberanian seorang siswa kelas 5 MI Darussalam Sugihwaras, Candi, Sidoarjo, menjadi sorotan publik setelah suratnya kepada Presiden RI Prabowo Subianto dibacakan langsung oleh kepala negara.
Aksi Muhammad Marfen itu mendapat apresiasi khusus dari Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, yang datang langsung menemui sang siswa di sekolahnya, Senin (18/5/2026).
Kunjungan Wabup Mimik bukan tanpa alasan. Surat sederhana yang ditulis Marfen ternyata sampai ke tangan Presiden Prabowo saat peresmian Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).
Dihadapan ratusan hadirin, Presiden membacakan isi surat tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap suara anak bangsa.
Isi Surat yang Bikin Presiden Terharu, dalam suratnya, Marfen menyampaikan ucapan terima kasih atas Program Makan Bergizi Gratis [MBG] yang kini ia dan teman-temannya rasakan di sekolah. Bagi siswa MI Darussalam Sugihwaras, program ini bukan sekadar makanan gratis, tapi penunjang semangat belajar setiap hari.
“Saya senang sekali karena surat saya bisa dibaca Bapak Presiden. Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih karena sekarang di sekolah sudah ada makan bergizi gratis,” ujar Marfen dengan wajah berbinar saat ditemui Wabup Mimik.
Tak hanya berterima kasih, Marfen juga menyelipkan harapan sederhana di akhir suratnya. Ia mengaku ingin bertemu langsung dengan Presiden dan merasakan suasana upacara 17 Agustus di Istana Negara, sesuatu yang selama ini hanya ia saksikan lewat layar televisi.
“Saya ingin bertemu dengan Bapak Presiden dan ikut upacara 17 Agustus di Istana Negara, karena selama ini saya hanya bisa melihatnya di televisi,” tulis Marfen.
Wabup Mimik: Marfen Jadi Inspirasi Anak Sidoarjo, melihat keberanian Marfen, Wabup Mimik Idayana tak segan memuji. Menurutnya, apa yang dilakukan Marfen adalah contoh nyata bagaimana anak-anak bisa menyampaikan aspirasi secara santun, positif, dan penuh etika.
“Ini menjadi contoh yang sangat baik bagi anak-anak lainnya. Marfen berani menyampaikan rasa terima kasih dan aspirasinya secara langsung kepada Presiden melalui surat. Kami tentu bangga karena dari Kabupaten Sidoarjo lahir anak yang memiliki keberanian, kepedulian, dan semangat seperti ini,” ujar Mimik di hadapan guru dan siswa MI Darussalam.
Mimik menegaskan bahwa Pemkab Sidoarjo mendukung penuh Program MBG yang dicanangkan pemerintah pusat. Ia menyebut program ini berdampak langsung pada pemenuhan gizi anak dan kualitas pendidikan.
“Program MBG ini sangat baik untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak. Namun evaluasi tetap diperlukan agar menu yang diberikan sesuai dengan selera dan kebutuhan siswa sehingga makanan tidak terbuang sia-sia,” katanya.
Dorong “Surat Cinta” untuk Evaluasi Menu Sekolah, sebagai tindak lanjut, Wabup Mimik mendorong sekolah-sekolah di Sidoarjo membuka ruang aspirasi bagi siswa. Ia memperkenalkan konsep “surat cinta” sebagai wadah siswa menyampaikan masukan terkait menu MBG.
“Kalau ada menu yang kurang disukai, anak-anak bisa menyampaikan melalui surat cinta. Dari situ dapat menjadi bahan evaluasi agar pelayanan semakin baik dan anak-anak tetap semangat mengonsumsi makanan bergizi,” jelasnya.
Konsep ini, menurut Mimik, bisa melatih anak untuk berani berbicara sekaligus membuat program pemerintah lebih responsif terhadap kebutuhan di lapangan.
Pemkab Siap Antar Marfen ke Istan, Menutup kunjungannya, Pemkab Sidoarjo menyatakan siap memfasilitasi Marfen jika undangan dari Istana Negara benar-benar datang. Pendampingan akan diberikan penuh agar cita-cita kecil Marfen bisa terwujud.
“Pemerintah Kabupaten Sidoarjo siap mendukung penuh keberangkatan Marfen agar cita-citanya bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto dapat terwujud,” tegas Mimik.
Kisah Marfen kini menjadi perbincangan hangat di Sidoarjo. Dari sebuah surat sederhana, seorang anak membuktikan bahwa suara generasi muda layak didengar. Lebih dari itu, ia memberi pesan bahwa keberanian, rasa terima kasih, dan harapan yang disampaikan dengan tulus bisa sampai ke telinga orang nomor satu di negeri ini.
Bagaimana menurutmu, apakah konsep “surat cinta” untuk siswa ini cocok diterapkan juga di sekolah-sekolah di daerahmu? (Sadhra)
