
newsnoid .com -Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mematangkan persiapan pembangunan Flyover Gedangan sebagai solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan di kawasan perempatan Gedangan yang selama ini menjadi salah satu titik kepadatan lalu lintas utama di Kabupaten Sidoarjo.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui sosialisasi rencana pengadaan tanah yang digelar di Kantor Kecamatan Gedangan dan dihadiri ratusan warga pemilik lahan terdampak proyek.
Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan pembangunan Flyover Gedangan merupakan program strategis daerah yang dirancang tidak hanya untuk memperlancar mobilitas masyarakat tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan.
Menurutnya seluruh tahapan pengadaan tanah akan dilakukan secara transparan, profesional, dan mengedepankan kepentingan masyarakat.
“Kami pastikan masyarakat tidak dirugikan Semua aset, baik tanah, bangunan maupun tanaman, akan mendapatkan ganti kerugian sesuai hasil appraisal independen dengan nilai tertinggi ” tegas Subandi.
Ia juga memastikan masyarakat tidak akan dibebani pajak maupun Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dalam proses pembebasan lahan tersebut.
Subandi mengimbau warga segera melengkapi dokumen kepemilikan lahan mulai dari alas hak, data bangunan, hingga tanaman yang berada di atas lahan. Masyarakat juga diminta aktif berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan agar proses administrasi berjalan lancar.
Sementara itu Kepala Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air Sidoarjo, M. Makhmud menjelaskan bahwa perubahan trase pembangunan ke sisi timur merupakan hasil kajian teknis Detail Engineering Design (DED) serta analisis geometrik dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).
Menurutnya sisi timur dinilai lebih ideal karena memiliki daya dukung tanah dan kondisi topografi yang lebih baik untuk pembangunan struktur bawah jembatan.
“Selain lebih efisien dari sisi waktu dan anggaran trase sisi timur juga dinilai lebih minim dampak sosial karena jumlah bidang tanah terdampak lebih sedikit” jelas Makhmud.
Ia menyebutkan total luas lahan yang terdampak proyek mencapai sekitar 45.822 meter persegi dengan jumlah sekitar 89 kepala keluarga (KK). Sebagian bidang yang terdampak juga merupakan aset milik negara seperti lahan Polsek, Puskesmas, PDAM, serta aset milik PT KAI.
Makhmud menambahkan pembangunan Flyover Gedangan diharapkan mampu menjadi solusi efektif atas persoalan kemacetan yang selama bertahun-tahun terjadi di kawasan tersebut.
Selain meningkatkan kelancaran arus lalu lintas proyek itu juga diyakini akan memberikan dampak positif bagi aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat sekitar.
Dengan dukungan
masyarakat serta sinergi lintas instansi Pemkab Sidoarjo optimistis pembangunan Flyover Gedangan dapat segera direalisasikan dan menjadi infrastruktur strategis yang memberi manfaat besar bagi masyarakat luas.
“Pergeseran Trase ke sisi timur memberikan sejumlah ke untungan mulai dari penghematan waktu pelaksanaan hingga efisien anggaran.Keputusan tersebut merupakan hasil kajian teknis dalam Detail Engineering Design (DED) Flyover Gedangan ” ujar Makhmud
Ia mejegaskan berdasarkan hasil analisis geometrik Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) sisi timur di nilai memiliki daya daya dukung tanah dan kondisi topografi yang lebih ideal untuk pembangunan struktur bawah jembatan.
Selain lebih efektif secara teknis Trase sisi timur juga di nilai mampu meminimalkan dampak sosial karena jumlah bidang tanah yangg terdampak relatif lebih sedikit .
Total luas lahan yang masuk dalam proses pembebasan tercatat sekitar 45.822 meter persegi dengan jumlah terdampak sekitar 89 kepala keluarga (KK).
“Sebagian besar lahan yang terdampak juga merupakan aset milik negara seperti Lahan Polsek, Pukesmas, PDAM, hingga aset milik PT KAI “tambahnya.
Dalm kesempatan itu Bupati Sidoarjo Subandi memastikan masyarakat tidak aka di bebani pajak maupun Bea perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dalam proses pembebasan lahan.
Ia juga menghimbau warga segera menyiapkan seluruh dokumen kepemilikan tanah mulai dari atas hak, data bangunan hingga tanaman yang ada di atas bangunan tersebut.
Selain itu masyarakat di minta aktif berkoordinasi dengan kepala desa dan camat agar proses administrasi berjalan lancar dan tidak menghambat tahapan pengadaan tanah.
Dengan dukungan masyarakat serta sinergi lintas intasi proyek Flyover Gerangan di harapkan dapat segera terealisasi sebagai solusi jangka panjang dalam mengurai kemacetan di kawasan Gedangan sekaligus meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat Sidoarjo .(sadhra)
