
newsnoid.com, Malang – Wisata Wendit di Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, kembali menghadirkan agenda budaya bertajuk Wendit Tempo Doeloe 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai 16 hingga 19 Juli 2026, mengusung konsep wisata bernuansa tempo dulu dengan menghadirkan beragam hiburan tradisional, pertunjukan seni, serta pemberdayaan pelaku UMKM lokal.
Berbagai atraksi telah disiapkan untuk menghibur pengunjung, mulai dari parade bantengan, kirab budaya, live musik jadul, Zumba Jadoel, orkes dangdut, hingga pesta kembang api yang akan menjadi penutup rangkaian acara.
Ketua Panitia Wendit Tempo Doeloe 2026, Candra, mengatakan penyelenggara juga melibatkan hampir 120 tenan UMKM yang menjual aneka kuliner, fesyen, mainan anak, hingga produk kreatif khas Kabupaten Malang.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi wadah bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Selain itu, panitia turut menggelar Kontes Parade Bantengan dan Kontes Tenan UMKM sebagai bentuk apresiasi kepada peserta yang berpartisipasi memeriahkan acara.
“Para pemenang akan memperoleh uang pembinaan, trofi, dan sertifikat. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama dengan Lembaga Adat Desa Mangliawan sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus mendorong kreativitas masyarakat,” ujar Candra, Kamis (16/7/2026) sore.
Ia berharap melalui kolaborasi antara pelaku seni, UMKM, masyarakat, dan pengelola wisata, Wendit Tempo Doeloe dapat menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat sektor pariwisata sekaligus mengangkat potensi budaya lokal Kabupaten Malang.
Sementara itu, tokoh masyarakat Malang, Abah Anton, memberikan apresiasi kepada manajemen Wisata Wendit yang dinilai memiliki komitmen menghadirkan kegiatan bernilai budaya bagi masyarakat.
“Terima kasih kepada manajemen Wendit. Ini merupakan sebuah langkah yang sangat baik dan mudah-mudahan memberikan nilai positif bagi warga sekitar. Kesenian bantengan seperti ini menjadi salah satu tolok ukur bagi para seniman di Malang Raya untuk terus berkarya dan melestarikan budaya,” ungkap Abah Anton.
Ia juga berharap geliat pariwisata di Wisata Wendit terus meningkat sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat sekitar.
“Saya mohon doa restunya agar pariwisata Wendit semakin berkembang, semakin ramai dikunjungi wisatawan, dan bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.(win)
