

newsnoid.com, Sidoarjo — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sidoarjo akan menggelar Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) pada Rabu, 26 Agustus 2026. Forum tersebut menjadi momentum untuk memilih ketua umum definitif KONI Sidoarjo periode 2026–2029.
Musorkablub digelar setelah Imam Mukri Affandy mengundurkan diri dari jabatan Ketua KONI Sidoarjo karena alasan kesehatan. Sejumlah tahapan persiapan pemilihan ketua baru pun telah dilakukan panitia.
Pelaksanaan Musorkablub mendapat dukungan dari KONI Jawa Timur. Wakil Ketua KONI Jatim Zainal Arifin menegaskan, pihaknya siap mengawal proses pemilihan agar berlangsung sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
“KONI Jatim akan bertindak sebagai juri yang adil dan tidak akan memihak salah satu calon ketua KONI Sidoarjo untuk dipilih,” kata Zainal dalam rapat koordinasi panitia persiapan Musorkablub KONI Kabupaten Sidoarjo 2026.
Menurut Zainal, seluruh calon ketua harus memiliki visi dan misi yang jelas untuk membawa olahraga Sidoarjo ke level yang lebih tinggi. Hal itu dinilai penting karena prestasi atlet Sidoarjo dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim selama ini cukup konsisten.
“Dalam Porprov Jatim ke-X tahun 2027 mendatang, ketua KONI Sidoarjo diharapkan dapat membawa para atlet Sidoarjo meraih prestasi yang lebih baik dibandingkan Porprov sebelumnya,” ujarnya.
Ia menilai keberadaan KONI di tingkat kabupaten memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah daerah membangun ekosistem olahraga. Menurut dia, prestasi tidak lahir secara instan, melainkan melalui pembinaan yang panjang dan berkelanjutan sejak usia dini.
Karena itu, Zainal kembali menekankan pentingnya kualitas visi dan misi para kandidat.
“Para calon ketua KONI Sidoarjo wajib punya visi dan misi yang bagus dalam membawa kemajuan olahraga di Kabupaten Sidoarjo,” tegasnya.
Sekretaris KONI Jatim Akmal Budianto juga meminta KONI Sidoarjo tidak ragu melaksanakan Musorkablub. Ia menegaskan, seluruh tahapan harus berpedoman pada AD/ART organisasi.
“Selama Musorkablub dijalankan sesuai AD/ART, jalankan saja. Bila ada protes, anggap sebagai suatu aspirasi,” kata Akmal.
Sementara itu, Ketua Panitia Musorkablub KONI Sidoarjo 2026, Imam Jawahir, mengatakan panitia telah menyelesaikan sejumlah tahapan persiapan. Di antaranya menetapkan surat keputusan (SK) kepanitiaan, menyampaikan tata tertib kepada peserta, serta mengirimkan undangan Musorkablub kepada para ketua cabang olahraga (cabor).
Panitia juga telah menetapkan tim penjaringan calon ketua KONI Sidoarjo yang akan mengikuti proses Musorkablub.
“Sejumlah tahapan menjelang Musorkablub telah kita laksanakan. Di antaranya menetapkan SK panitia, mengirim tata tertib kepada peserta, yakni para ketua cabor di Sidoarjo, dan mengirimkan surat undangan Musorkablub,” ujar Imam.
Dalam Musorkablub tersebut, sebanyak 54 pimpinan cabor dijadwalkan memiliki hak suara untuk menentukan ketua umum KONI Sidoarjo periode 2026–2029.
Namun tidak seluruh cabor memiliki hak suara. Imam menjelaskan, sejumlah cabor belum dapat menggunakan hak pilih karena belum melaksanakan Musyawarah Kabupaten (Muskab) untuk memilih kepengurusan baru, sementara masa jabatan pengurus sebelumnya telah berakhir.
“Beberapa cabor tidak memiliki hak suara karena sampai saat ini belum melaksanakan Muskab untuk memilih ketua cabor yang baru karena masa periode kepemimpinannya sudah habis,” katanya.
Dengan semakin dekatnya pelaksanaan Musorkablub, perhatian kini tertuju pada proses pemilihan ketua baru yang diharapkan tidak sekadar menghasilkan pergantian kepemimpinan, tetapi juga membawa arah baru pembinaan olahraga Sidoarjo.
Tantangannya jelas: mempertahankan konsistensi prestasi sekaligus menyiapkan atlet agar mampu berbicara lebih jauh pada Porprov Jatim 2027. (Shadra)
