
newsnoid.com, Sidoarjo— Bursa calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sidoarjo periode 2026–2029 resmi dibuka.
Tak hanya kalangan olahraga, aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI, hingga Polri juga berkesempatan mencalonkan diri dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI Sidoarjo 2026.
Pendaftaran calon ketua umum dibuka selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu (20–22/8/2026), di Sekretariat KONI Kabupaten Sidoarjo, Jalan Pahlawan Gang I Nomor 1. Pendaftaran berlangsung pukul 08.00–14.00 WIB dan ditutup pada Sabtu (22/8/2026) pukul 14.00 WIB.
Ketua Panitia Musorkablub KONI Sidoarjo, Imam Jawahir, mengatakan pendaftaran terbuka untuk masyarakat yang memenuhi persyaratan dan kriteria yang telah ditetapkan.
Menurut Imam, terdapat 12 syarat dan kriteria yang harus dipenuhi calon. Salah satunya membuka ruang bagi ASN, TNI dan Polri untuk maju dengan ketentuan memperoleh izin dari atasan atau pimpinan masing-masing.
“Ada 12 syarat dan kriteria bagi para pendaftar, salah satunya memberikan kesempatan kepada ASN, TNI, Polri, asal ada izin dari atasan atau pimpinan,” kata Imam, Kamis (20/8/2026).
Ia menegaskan, calon Ketua Umum KONI Sidoarjo tidak harus berasal dari latar belakang olahraga. Namun, kandidat harus memiliki kemampuan manajerial serta pemahaman yang memadai mengenai sport science.
Menurut dia, keterlibatan berbagai kalangan diperlukan untuk memperkuat tata kelola dan meningkatkan prestasi olahraga Sidoarjo.
“Kontribusi ASN maupun TNI dan Polri juga dibutuhkan dalam memajukan prestasi olahraga di Kota Delta ini,” ujarnya.
Panitia, lanjut Imam, telah menyampaikan pengumuman pendaftaran kepada seluruh pimpinan cabang olahraga (cabor) yang berada di bawah koordinasi KONI Sidoarjo.
Mereka nantinya akan diundang dalam Musorkablub yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (26/8/2026).
Dalam forum tersebut, terdapat 54 pimpinan cabor yang memiliki hak suara sah untuk memilih Ketua Umum KONI Sidoarjo periode 2026–2029.
Namun, tidak seluruh cabor memiliki hak suara. Beberapa di antaranya belum melaksanakan Musyawarah Kabupaten (Muskab) untuk memilih kepengurusan baru, meski masa jabatan kepengurusan sebelumnya telah berakhir.
“Ada beberapa cabor yang tidak memiliki hak suara karena hingga saat ini mereka belum melaksanakan Muskab untuk memilih ketua baru, padahal masa periode kepemimpinannya sudah habis,” kata Imam.
Menjelang Musorkablub, panitia juga telah menyelesaikan sejumlah tahapan persiapan. Di antaranya menetapkan Surat Keputusan (SK) Panitia Musorkablub 2026, menyampaikan tata tertib kepada pimpinan cabor peserta, mengirimkan undangan Musorkablub serta menetapkan tim penjaringan calon Ketua Umum KONI Sidoarjo.
Imam berharap seluruh pimpinan cabor mendukung proses penjaringan hingga pelaksanaan Musorkablub agar pemilihan ketua umum baru berjalan tertib dan lancar.
“Kami mohon perhatian dan dukungan Bapak dan Ibu pimpinan cabor di Sidoarjo untuk pelaksanaan pendaftaran ketua umum KONI Sidoarjo dalam Musorkablub 2026 ini agar bisa berjalan lancar dan sukses,” ujarnya.
Musorkablub 2026 digelar untuk memilih Ketua Umum KONI Sidoarjo definitif periode 2026–2029.
Forum tersebut menjadi agenda penting setelah Ketua Umum KONI Sidoarjo sebelumnya, Imam Mukri Affandy, mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
Pemilihan ketua umum baru diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat arah pembinaan atlet dan peningkatan prestasi olahraga Kabupaten Sidoarjo. (Shadra)
