
NEWSNOID.COM, MALANG — Blue Economy Foundation menggelar Malang ECO Sport Tourism Fun Bike 2026 di kawasan Pusat Studi Kendedes, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti peserta dari berbagai daerah, mulai dari Malang, Surabaya, Jakarta dan sekitarnya. Selain mengajak masyarakat berolahraga dengan bersepeda, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan pariwisata berbasis olahraga yang tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan perekonomian masyarakat.
Perwakilan Blue Economy Foundation, Dewi Smaragdina, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda yang secara rutin dilaksanakan di berbagai daerah sebagai bagian dari kampanye ekonomi berkelanjutan.
“Hari ini kami melakukan ECO Sport Tourism Fun Bike. Kegiatan ini dilakukan bersama masyarakat yang ada di Malang, Surabaya, Jakarta maupun daerah sekitarnya yang ingin mengikuti kegiatan ini,” ujarnya.
Menurutnya, konsep kegiatan tidak hanya berfokus pada aktivitas bersepeda. Sebelumnya, Blue Economy Foundation juga melakukan kurasi terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Malang.
Kurasi tersebut dilakukan untuk melihat sekaligus mendorong potensi produk lokal agar dapat berkembang dan memiliki nilai ekonomi yang lebih luas.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari ekonomi yang berkelanjutan. Jadi tidak hanya dilakukan hari ini. Dua hari sebelumnya kami juga melakukan kurasi terhadap UKM-UMKM yang ada di Kabupaten Malang,” jelasnya.
Pada pelaksanaan Malang ECO Sport Tourism Fun Bike 2026, peserta diajak menempuh rute sekitar 20 hingga 25 kilometer dengan titik start dan finish di kawasan Pusat Studi Kendedes.
Selain bersepeda, rangkaian kegiatan juga diisi dengan aksi lingkungan. Jika sebelumnya kegiatan serupa di sejumlah daerah dilakukan dengan penanaman mangrove, kali ini Blue Economy Foundation memilih melakukan penanaman tanaman kacang makadamia.
“Kalau sebelumnya kami pernah melakukan penanaman mangrove, hari ini kami melakukan penanaman kacang makadamia,” katanya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa aktivitas ekonomi, olahraga, pariwisata, dan lingkungan dapat berjalan secara beriringan.
Blue Economy Foundation sebelumnya juga telah menggelar kegiatan serupa di sejumlah daerah, di antaranya Anambas, Yogyakarta, Banyuwangi dan Jakarta.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut mengusung konsep kolaborasi pentahelix, yakni melibatkan berbagai unsur mulai dari pemerintah, lembaga, yayasan, akademisi, media hingga masyarakat.
“Ini sebetulnya konsepnya pentahelix. Ada kementerian dan lembaga, kemudian kami dari yayasan, akademisi, media, dan stakeholder lainnya,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Blue Economy Foundation berharap sport tourism tidak hanya menjadi sarana rekreasi dan olahraga, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan Malang ECO Sport Tourism Fun Bike 2026 pun menjadi salah satu upaya memperkenalkan potensi Kabupaten Malang melalui pendekatan wisata olahraga yang berbasis masyarakat dan berkelanjutan. (yun)