• Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com
Newsnoid
No Result
View All Result
No Result
View All Result
newsnoid.com
No Result
View All Result
Home Jawa Timur

Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi jadi Biogas, Satreskrim Polres Tunggu Hasil Sampel Keluar

1 Oktober 2026
in Jawa Timur, newsnoid.com, Terbaru
Bagikan

 

Kasatreskrim Polres Batu, AKP Zaenal Arifin, S.H saat diwawancarai awak media, usai konferensi pers Mapolres Batu.

NEWSNOID.COM, BATU – Polemik adanya konflik sosial yang terjadi di Jalan Daip, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu soal limbah kotoran sapi yang diolah menjadi biogas milik terlapor, Jianto mendapat atensi dari Satreskrim Polres Batu dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu.

RelatedPosts

BK DPRD Kabupaten Malang Belum Terima Informasi Resmi soal Kabar Anggota Dewan Diamankan Polisi

Jembatan Jabung Diperlebar, Sambut Pengembangan Ekonomi Wilayah Malang Timur

BK DPRD Kabupaten Malang Tunggu Fakta Resmi Dugaan Kasus Narkoba MUA

Pasalnya, pada Senin (29/9/2026) lalu, Satreskrim Polres Batu bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu telah melakukan disak ke lokasi dengan mengambil sampel limbah biogas kotoran sapi di lokasi pekarangan milik terlapor, Jianto.

Kasatreskrim Polres Batu, AKP Zaenal Arifin, S.H menyampaikan, bahwa pihaknya telah mendatangi lokasi dengan mengambil sampel limbah kotoran sapi yang dimaksud.

“Kami telah datang ke lokasi untuk mengambil sampel limbah kotoran sapi, yang nantinya kami koordinasikan dengan dinas terkait (DLH-red) Kota Batu. Jadi, mohon bersabar karena hasilnya menunggu sepuluh hari,” terangnya pada Kamis (1/10/2026).

Sebelumnya, konflik permasalahan sosial ini mencuat lantaran bau menyengat dampak dari limbah kotoran sapi yang diolah menjadi biogas, dituding sebagai penyebab utama polemik yang dimaksud.

Kharisma, sebagai pelapor dan keluarganya, setiap hari dipaksa mencium aroma tak sedap gas amoniak dari biogas pengolahan limbah kotoran sapi setiap harinya.

“Setiap hari memang kami mencium bau gas amoniak dari limbah kotoran sapi yang diolah menjadi biogas, sampai ibu saya sakit hingga batuk darah, maka dari itu demi rasa keadilan akhirnya saya didampingi rekan-rekan wartawan yang lain melaporkan ke Polres Batu,” tegasnya.

Berkaitan dengan polemik yang dimaksud, dirinya juga pihak keluarga mengapresiasi atas kinerja dari Satreskrim Polres Batu karena telah menindaklanjuti laporan tersebut.

“Kami sekeluarga beserta rekan-rekan jurnalis mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kinerja dari Satreskrim Polres Batu, karena telah mau menerima laporan dan menindaklanjuti dengan memproses hingga ke tahap penyidikan dengan mengambil sampel, hingga menunggu informasi hasil lab keluar,” pungkasnya

Sementara itu, Zulkifli saksi pelapor yang juga berprofesi sebagai jurnalis ini mengungkapkan, bahwasanya saat berkunjung ke kediaman Kharisma bersama rekan-rekan media yang lain juga mengaku mencium aroma busuk dampak dari gas amoniak tersebut.

“Terus terang ketika kami kesini, setiap harinya memang mencium bau tak sedap dari limbah kotoran sapi yang diolah menjadi biogas milik terlapor, Jianto. Maka dari itu, kami sengaja melapor agar dapat segera ditindak tegas, jika ditemukan unsur pidananya seperti menganggu ketertiban umum dan pencemaran lingkungan,” tegasnya.

Dirinya menambahkan, berkaitan dengan permasalahan konflik sosial tersebut berharap, agar dapat memenuhi rasa keadilan, terutama bagi keluarga pelapor.

“Ya, tentunya harapan saya agar kasus ini menjadi terang benderang, karena informasinya saat saya melakukan sesi wawancara diketahui terlapor mendapatkan bantuan melalui Gapoktan, termasuk dengan pengelolaan limbah kotoran sapi yang menjadi biogas,” imbuhnya.

Zulkifli juga menduga, bahwasanya pengelolaan limbah kotoran sapi yang diolah menjadi biogas berdasarkan hasil wawancara dengan dinas terkait, belakangan diketahui terlapor mendapatkan bantuan.

“Informasi yang saya terima, saat wawancara beberapa waktu lalu terlapor mendapat bantuan melalui Gapoktan dari dinas terkait, maka dari itu harus ditelusuri aliran dana dari negara terkait dengan penggunaannya termasuk biogas yang saat ini menjadi konflik sosial,” pungkasnya. (win).

ShareSend
Next Post
PPSN VI 2026 Resmi Dibuka di Ponpes An-Nur II Malang, Diikuti Ribuan Peserta dari 34 Provinsi

PPSN VI 2026 Resmi Dibuka di Ponpes An-Nur II Malang, Diikuti Ribuan Peserta dari 34 Provinsi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • BK DPRD Kabupaten Malang Belum Terima Informasi Resmi soal Kabar Anggota Dewan Diamankan Polisi
  • Jembatan Jabung Diperlebar, Sambut Pengembangan Ekonomi Wilayah Malang Timur
  • BK DPRD Kabupaten Malang Tunggu Fakta Resmi Dugaan Kasus Narkoba MUA
  • PPSN VI 2026 Resmi Dibuka di Ponpes An-Nur II Malang, Diikuti Ribuan Peserta dari 34 Provinsi
  • Polemik Bau Limbah Kotoran Sapi jadi Biogas, Satreskrim Polres Tunggu Hasil Sampel Keluar

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Archives

  • Oktober 2026
  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025

Categories

  • Jawa Timur
  • Musik
  • newsnoid.com
  • Olahraga
  • Terbaru
  • Uncategorized
  • Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.