
NEWSNOID.COM, MALANG, — Ribuan pramuka santri dari berbagai penjuru Indonesia memadati Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nur II Al-Murtadlo, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Kamis (1/10/2026).
Sebanyak 4.524 peserta dari 34 provinsi mengikuti pembukaan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 yang digelar hingga 6 Oktober 2026.
Kegiatan nasional tersebut diawali dengan Upacara Bhinneka dan secara resmi dibuka Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) RI, Basnang Said.
PPSN VI bukan sekadar ajang berkumpul dan berkemah bagi pramuka santri. Kegiatan yang berlangsung selama sepekan ini menjadi ruang untuk memperkuat karakter, semangat kebangsaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta nilai-nilai keagamaan.
Ketua Panitia PPSN VI 2026, Endi Suhendi, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk membentuk generasi santri yang tidak hanya memiliki jiwa kepemimpinan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap bangsa dan lingkungan.
“PPSN bukan sekadar perkemahan. Di sini, santri ditempa untuk mencintai bangsa dan negaranya, sekaligus dibangun kesadarannya untuk menjaga alam sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai agama,” kata Endi.
Selama kegiatan berlangsung, peserta laki-laki dan perempuan ditempatkan di area perkemahan yang berbeda.
Selain agenda kepramukaan, PPSN VI juga dimeriahkan dengan pameran dan bazar UMKM yang menghadirkan berbagai produk dari pelaku usaha.
Dipilihnya Ponpes An-Nur II Al-Murtadlo sebagai lokasi PPSN VI bukan tanpa pertimbangan. Sebelum ditetapkan sebagai tuan rumah, sejumlah daerah di Jawa Timur sempat menjadi alternatif lokasi penyelenggaraan kegiatan nasional tersebut.
Majelis Keluarga Pengasuh Ponpes An-Nur II Al-Murtadlo, Drs. H. Khairuddin Din, AKMSI, MM, yang juga Sekretaris Yayasan Pendidikan Pesantren An-Nur, menjelaskan bahwa penetapan An-Nur II dilakukan setelah panitia pusat Kemenag berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Awalnya Kemenag pusat menunjuk Kabupaten Lumajang, kemudian alternatif kedua Jombang dan ketiga Mojokerto. Setelah panitia pusat PPSN VI sowan kepada Ibu Gubernur, An-Nur II menjadi pondok pesantren yang dinilai paling siap di Jawa Timur,” ujarnya.
Menurut Khairuddin, kesiapan tersebut tidak terlepas dari pengalaman pesantren dalam mempersiapkan kegiatan perkemahan sebelumnya.
Pada 2025, An-Nur II sempat dipersiapkan sebagai lokasi kegiatan Kemah Ma’arif Malang Raya yang direncanakan PBNU melalui Ma’arif NU.
Meski kegiatan tersebut akhirnya batal digelar, berbagai persiapan yang telah dilakukan membuat fasilitas pendukung di lingkungan pesantren relatif siap digunakan.
“Dari persiapan itu otomatis kesiapan kami sudah ada, baik lokasi maupun fasilitas. Untuk kemah putra kami siapkan sekitar dua hektare, begitu juga untuk putri sekitar dua hektare,” jelasnya.
Dalam sambutannya, Basnang Said mengajak seluruh peserta menjadikan pramuka santri sebagai generasi yang mampu membawa pesan positif di tengah masyarakat.
Ia secara khusus menekankan pentingnya peran santri dalam mencegah kekerasan dan perundungan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
“Anak-anak pramuka santri adalah duta-duta antikekerasan dan antiperundungan, sekaligus duta-duta generasi santri peduli lingkungan hidup,” ujarnya.
Basnang juga menyebut terdapat kesamaan nilai antara gerakan kepramukaan dengan kehidupan pesantren.
Keduanya, kata dia, sama-sama mengajarkan ketakwaan, kecintaan terhadap alam, kedisiplinan dan tanggung jawab.
“Nilai-nilai Dasadarma Pramuka satu napas dengan nilai-nilai kepesantrenan. Keduanya sama-sama mengajarkan ketakwaan, cinta alam, kedisiplinan, dan tanggung jawab,” tegasnya.
Ia turut mengapresiasi Ponpes An-Nur II sebagai tuan rumah PPSN VI, terutama karena konsep pesantren yang dinilai mengedepankan lingkungan hijau dan kelestarian alam.
Bagi pihak An-Nur II, penyelenggaraan PPSN VI menjadi momentum penting untuk memperkenalkan pesantren kepada masyarakat luas.
Kehadiran ribuan peserta dari berbagai wilayah Indonesia dinilai menjadi kesempatan untuk menunjukkan potensi pendidikan dan pembentukan karakter yang dikembangkan di lingkungan pesantren.
Khairuddin berharap para peserta yang datang dari berbagai pelosok negeri dapat membawa pengalaman positif setelah mengikuti seluruh rangkaian PPSN VI.
“Harapan kami, seluruh santri dari pelosok negeri yang datang ke sini bisa melihat bahwa dari Pondok Pesantren An-Nur II ternyata bisa lahir generasi-generasi tangguh, berkarakter, cinta lingkungan dan memiliki daya saing global,” pungkasnya.
Pesan tersebut sejalan dengan amanat Basnang kepada seluruh peserta agar menjadikan akhlakul karimah sebagai pedoman, tidak hanya selama mengikuti PPSN VI, tetapi juga ketika kembali ke pesantren, keluarga dan lingkungan masyarakat masing-masing.
“Jadilah teladan dalam pencegahan kekerasan, di pesantren, di lingkungan, dan di tengah masyarakat,” pesannya.(yun)
