• Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com
Newsnoid
No Result
View All Result
No Result
View All Result
newsnoid.com
No Result
View All Result
Home Jawa Timur

Betonisasi Jalan Kedungbanteng Dikebut, Pemkab Sidoarjo Soroti Drainase dan Dampak ke Rumah Warga.

4 Oktober 2026
in Jawa Timur, newsnoid.com, Terbaru
Bagikan

 

Betonisasi Jalan Kedungbanteng Dikebut, Pemkab Sidoarjo Soroti Drainase dan Dampak ke Rumah Warga.

NEWSNOID.COM, SIDOARJO — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mempercepat pengerjaan betonisasi Jalan Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus mengantisipasi persoalan banjir di kawasan tersebut.

RelatedPosts

Demi Merah Putih Mereka Pergi, untuk Keluarga Mereka Kembali

Kasat Lantas Polres Batu, AKP Matheus Jaka Iswantara Kejar Pengedar Narkoba, Pelaku Berhasil Ditangkap

Semarak Hari Jadi Jatim ke-81, Ribuan Peserta Meriahkan LPBB dan Festival Anak di Bakorwil Malang

Proyek sepanjang 700 meter dengan lebar lima meter itu ditargetkan rampung paling lambat 18 Desember 2026.

Namun, Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana meminta kontraktor melakukan percepatan agar pekerjaan dapat selesai sebelum puncak musim hujan.

Permintaan itu disampaikan Mimik saat melakukan inspeksi mendadak di lokasi proyek, Rabu (30/9/2026).

Dalam peninjauan tersebut, progres pekerjaan baru mencapai sekitar 18 persen pada minggu ke-10.

“Bulan Desember tanggal 18 harus selesai. Sumber daya manusianya harus ditambah,” tegas Mimik.

Menurut dia, percepatan tidak boleh mengorbankan kualitas pekerjaan. Salah satu bagian yang menjadi perhatian adalah pemasangan box culvert untuk saluran drainase.

Mimik menyebut material box culvert yang digunakan telah memenuhi standar SNI. Namun, ia menemukan sejumlah pemasangan yang belum rapat sehingga perlu segera diperbaiki.

“Ada beberapa yang harus dibenahi karena banyak box culvert ini pasangnya kurang pas, kurang rapat,” ujarnya.

Persoalan drainase menjadi perhatian penting karena peninggian badan Jalan Kedungbanteng mencapai sekitar 40 hingga 60 sentimeter.

Mimik meminta tiang-tiang listrik yang menghalangi pemasangan box culvert segera dipindahkan agar tidak mengganggu fungsi saluran air.

Ia juga meminta Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo melakukan normalisasi saluran yang berada di sisi kanan dan kiri jalan.

“Jangan sampai salurannya justru terganggu. Ini harus diperhatikan agar air hujan bisa mengalir dengan baik,” kata Mimik.

Mimik memastikan pengawasan terhadap proyek tersebut tidak berhenti pada tahap pengerjaan drainase.

Ia akan kembali melakukan sidak ketika proses pengecoran jalan dimulai untuk memastikan material yang digunakan sesuai spesifikasi dalam rencana anggaran biaya (RAB).

“Nanti saat pengecorannya saya diinfo. Saya mau cek itu,” ujarnya.

Di tengah peninjauan, Mimik juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga Kedungbanteng yang terdampak peninggian jalan.

Ketinggian jalan yang bertambah hingga 60 sentimeter berpotensi membuat posisi sejumlah rumah warga menjadi lebih rendah dibandingkan badan jalan.

Karena itu, warga diminta melakukan penyesuaian secara mandiri terhadap elevasi rumah masing-masing.

“Karena jalan ini lebih tinggi daripada rumah penduduk, maka secara otomatis warga harus mandiri meninggikan rumahnya,” tutur Mimik.

Sementara itu, Konsultan Pengawas proyek, Aris, mengatakan pekerjaan betonisasi Jalan Kedungbanteng telah dimulai sejak Agustus 2026.

Saat ini pekerjaan difokuskan pada pembangunan plengsengan sungai dan pemasangan box culvert saluran drainase.

Kedua pekerjaan tersebut ditargetkan selesai pada minggu ke-20, sebelum dilanjutkan dengan pengecoran badan jalan.

Aris mengatakan secara jadwal proyek masih memiliki waktu hingga 18 Desember 2026. Namun, pihaknya berupaya melakukan percepatan agar pekerjaan dapat diselesaikan pada November sehingga tidak terganggu curah hujan.

“Sebenarnya schedule-nya masih panjang, masih 18 Desember. Kita usahakan kalau bisa ada percepatan. November ini sudah selesai supaya tidak sampai hujan,” katanya.

Pemkab Sidoarjo kini menempatkan kualitas konstruksi dan fungsi drainase sebagai dua hal yang harus berjalan beriringan.

Jalan yang lebih tinggi diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas akses warga, tetapi juga tidak menimbulkan persoalan baru bagi lingkungan permukiman di sekitarnya.
(Shadra)

ShareSend
Next Post
Rektor UIBU Nahkodai Y37, Siapkan Sinergi Alumni dan Perhatian untuk Mantan Guru

Rektor UIBU Nahkodai Y37, Siapkan Sinergi Alumni dan Perhatian untuk Mantan Guru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Demi Merah Putih Mereka Pergi, untuk Keluarga Mereka Kembali
  • Kasat Lantas Polres Batu, AKP Matheus Jaka Iswantara Kejar Pengedar Narkoba, Pelaku Berhasil Ditangkap
  • Semarak Hari Jadi Jatim ke-81, Ribuan Peserta Meriahkan LPBB dan Festival Anak di Bakorwil Malang
  • Muskercab III PCNU Kabupaten Malang Dibuka, Fokus Perkuat Konsolidasi Bersama
  • Perempuan Diamankan Polisi dalam Dugaan Pembunuhan Pemilik Toko Bangunan di Menganti Gresik

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Archives

  • Oktober 2026
  • September 2026
  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025

Categories

  • Jawa Timur
  • Musik
  • newsnoid.com
  • Olahraga
  • Terbaru
  • Uncategorized
  • Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.