
NEWSNOID.COM, MALANG — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang menggelar Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) III di Pondok Pesantren Al-Munawwariyyah, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Minggu (4/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M. Dalam kesempatan itu, Sanusi menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Muskercab III PCNU Kabupaten Malang sekaligus menegaskan dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terhadap program-program NU yang dapat dikolaborasikan dengan pemerintah daerah.
Menurut Sanusi, NU memiliki struktur organisasi hingga tingkat bawah yang dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjalankan berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Sinergi tersebut dapat dilakukan dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga upaya pengentasan kemiskinan.
Ketua PCNU Kabupaten Malang, KH Hamim Kholili, mengatakan Muskercab III menjadi bagian penting dalam mematangkan program kerja organisasi. Forum tersebut melibatkan berbagai lembaga dan badan otonom (Banom) NU sebagai bagian dari konsolidasi organisasi.
“Musker ini menjadi bagian dari proses untuk menyusun dan mematangkan program kerja. Nantinya draft yang dibahas akan menjadi bahan dalam konferensi untuk kemudian disahkan menjadi program kerja lima tahun,” ujar KH Hamim Kholili.
Ia menjelaskan, salah satu fokus PCNU Kabupaten Malang dalam periode 2026-2031 adalah memperkuat fondasi organisasi. Hal itu dilakukan dengan menghidupkan dan memaksimalkan peran lembaga serta Banom yang berada di bawah PCNU Kabupaten Malang.
Menurutnya, sebagian besar lembaga dan Banom di lingkungan PCNU Kabupaten Malang saat ini telah berjalan. Namun, masih terdapat sejumlah program yang perlu dimaksimalkan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
“Masih banyak yang belum selesai. Pada periode ini kami ingin menetapkan fondasi-fondasi organisasi. Lembaga dan Banom akan terus kita hidupkan dan program-program yang sudah berjalan akan kita maksimalkan,” katanya.
Selain penguatan kelembagaan, PCNU Kabupaten Malang juga menargetkan pembenahan data organisasi hingga tingkat ranting. Langkah tersebut dinilai penting agar setiap program yang dijalankan benar-benar berdasarkan kebutuhan dan kondisi di lapangan.
“Kita ingin menata betul data yang ada, mulai dari tingkat ranting. Kami berharap sampai 2028 pendataan tersebut sudah selesai, sehingga apa yang kita lakukan benar-benar berbasis data,” jelasnya.
KH Hamim menambahkan, kolaborasi dengan Pemkab Malang juga akan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program PCNU ke depan. Menurutnya, banyak program pemerintah yang berpotensi dikolaborasikan dengan struktur NU mulai dari tingkat Pengurus Ranting, Majelis Wakil Cabang (MWC), hingga PCNU.
“Banyak pekerjaan pemerintah yang bisa dilaksanakan secara kolaboratif dengan NU, baik di tingkat ranting, MWC maupun PCNU. Selama ini sudah ada kerja sama dalam bidang pendidikan, kesehatan dan pengentasan kemiskinan, tetapi memang masih perlu dimaksimalkan,” ungkapnya.
Ia berharap hasil Muskercab III nantinya dapat menghasilkan program kerja yang realistis, terarah dan berkesinambungan. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat konsolidasi internal sekaligus memperluas kontribusi NU dalam pembangunan masyarakat Kabupaten Malang.
“Ke depan program NU harus berkesinambungan. Lima tahun ini menjadi momentum untuk konsolidasi internal, menata organisasi dan memperkuat fondasi agar program-program yang dibutuhkan masyarakat dapat kita maksimalkan,” pungkasnya.
Muskercab III PCNU Kabupaten Malang selanjutnya akan membahas berbagai rancangan program kerja yang akan dibawa dalam Konferensi Cabang (Konfercab) untuk ditetapkan sebagai arah kerja organisasi periode 2026-2031.(yun)
