• Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com
Newsnoid
No Result
View All Result
No Result
View All Result
newsnoid.com
No Result
View All Result
Home Jawa Timur

Akibat Akses Jalan Yang Penuh Lika – Liku Akhirnya Buat Jalur Alternatif di Bendungan Lahor

5 Agustus 2026
in Jawa Timur, newsnoid.com, Terbaru
Bagikan

 

Akibat Akses Jalan Yang Penuh Lika – Liku Akhirnya Buat Jalur Alternatif di Bendungan Lahor

newsnoid.com.Malang – Adanya dinamika akses Bendungan Lahor, Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, kini muncul wacana membuka jalur alternatif lainnya.

RelatedPosts

Yonarmed 11/GG dan Yonarmed 1/Roket Kostrad Asah Kesiapan Prajurit Jaga Kedaulatan NKRI

Festival Mbois 11 Siap “Menyala” di Stadion Gajayana, Presale Diperpanjang Hingga 10 Agustus 2026

Pemkab Sidoarjo Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih, Transparan dan Akuntabel Melalui NGOPI

Kondisi di lokasi, meski situasi terpantau sudah kondusif di kawasan Bendungan Lahor, pada Rabu (5/8/2026) siang, menindak lanjuti aksi protes kemarin aparat kepolisian masih berjaga di kawasan jalur Malang – Blitar tersebut. Petugas yang berada di gate portal masuk bendungan juga sudah ada.

Wacana untuk membentuk jalur lain ini nantinya menggunakan jalan inspeksi yang sejatinya diperlukan untuk pengamatan keamanan Bendungan Lahor.

Jalan inspeksi tersebut berada di bawah Bendungan Lahor sebelah barat. Saat ini, hanya pengendara sepeda motor yang diperbolehkan melintas. Hanya saja sebagian titik ruas jalan masih mengalami kerusakan.

Lebih lanjut, Kasub Divisi Pengelolaan SDA WS Brantas I, Arief Satria, menjelaskan pihaknya kini tengah melakukan proses pengadaan konstruksi.

“Saat ini dalam proses pengadaan untuk konstruksinya, mungkin satu bulan lagi lelangnya. Setelah itu konstruksi sampai akhir tahun baru jadi,” ujar Arief, saat dikonfirmasi melalui telefonnya.

Untuk diketahui, sebelumnya pihak PJT I telah melakukan sosialisasi penutupan Jalan Bendungan Lahor kepada warga dan sejumlah pemerintah desa (pemdes) Kabupaten Malang maupun Kabupaten Blitar.

Dalam hal sosialisasi itu, warga dari sejumlah desa mengajukan agar pihak PJT I membuat jalan alternatif sebelum pemberlakuan penutupan jalan bendungan.

Hal ini Arief menegaskan bahwa jalan yang berukuran lebar sekitar empat meter itu bukanlah jalur alternatif, tapi merupakan jalur inspeksi. Namun, pengendara yang ingin melintas diperbolehkan.

“Jadi itu sebetulnya bukan jalan alternatif, tapi jalan inspeksi yang kami buat untuk pengamatan keamanan bendungan. Tapi bisa digunakan oleh pengendara sepeda motor,” tuturnya.

Pihak PJT I juga sebenarnya telah memberlakukan penutupan Jalan Puncak Bendungan Lahor. Dalam kebijakan ini kendaraan roda empat dilarang melintas demi keamanan bendungan.

Namun karena adanya penolakan dari massa yang berdemonstrasi pada Sabtu (1/8/2026) lalu, pihak PJT I akhirnya memberikan kelonggaran atau mencabut aturan penutupan Jalan Puncak Bendungan Lahor.

Jika pemberlakuan penutupan Jalan Puncak kembali diberlakukan, namun dengan catatan membuat jalur lain secara memadai untuk pengendara?

Arief menjelaskan bahwa kebijakan kedepannya akan mengarah ke perbaikan jalan inspeksi sebagai jalur lain yang dapat dilintasi pengendara roda 2.

Sementara itu, Jalan Puncak Bendungan Lahor akan kembali ditutup bagi kendaraan roda empat atau lebih demi menjaga keamanan bendungan.

“Bisa jadi akan mengarah kesitu. Kami mau menutup bendungan, tetapi kami diminta jalan alternatif yang lain. Karena kami hidup bareng dengan masyarakat, silakan kalau memang mau dipakai jalan inspeksi yang akan kami buat,” ujar Arief.

Saat ini, pihak PJT I memberlakukan pembukaan Jalan Puncak Bendungan Lahor mulai pukul 04.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB.

Sedangkan jadwal penutupan jalan dari pukul 22.00 WIB sampai 04.00 WIB. Dalam rentang waktu ini kendaraan roda empat tidak diperbolehkan melintas.

Kebijakan tersebut membuat para pedagang di kawasan Bendungan Lahor merasa lega.

“Kalau ditutup semua, pedagang lumpuh, apalagi sekarang cari kerja susah,” ujar salah satu pedagang Warimin yang di temui di lokasi lapaknya pada Rabu (5/8/2026).

Dengan tidak diberlakukannya penutupan jalan secara total, pedagang dapat berjualan dari pagi hingga malam sesuai pembatasan waktu akses Bendungan Lahor bagi kendaraan roda empat.

“Warung saya tutup jam 22.00 WIB. Buka 05.30 WIB. Tetapi ada yang agak siang, ada yang pagi. Rata-rata buka jam 07.00 WIB. Kalau ditutup siang, lumpuh,” tambah pedagang Bu yatmi, tersebut. (Gih)

ShareSend
Next Post
Sidang Tipiring Tiga Penjual Miras Ilegal Divonis Bersalah dan Didenda.

Sidang Tipiring Tiga Penjual Miras Ilegal Divonis Bersalah dan Didenda.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Yonarmed 11/GG dan Yonarmed 1/Roket Kostrad Asah Kesiapan Prajurit Jaga Kedaulatan NKRI
  • Festival Mbois 11 Siap “Menyala” di Stadion Gajayana, Presale Diperpanjang Hingga 10 Agustus 2026
  • Pemkab Sidoarjo Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih, Transparan dan Akuntabel Melalui NGOPI
  • Sidang Tipiring Tiga Penjual Miras Ilegal Divonis Bersalah dan Didenda.
  • Akibat Akses Jalan Yang Penuh Lika – Liku Akhirnya Buat Jalur Alternatif di Bendungan Lahor

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Archives

  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025

Categories

  • Jawa Timur
  • Musik
  • newsnoid.com
  • Olahraga
  • Terbaru
  • Uncategorized
  • Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.