• Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com
Newsnoid
No Result
View All Result
No Result
View All Result
newsnoid.com
No Result
View All Result
Home Jawa Timur

Peringati Hari Lahir Pancasila, FKAUB Malang Gelar Sarasehan “Pancasila Nyawa Kebhinekaan di Era yang Berubah”

1 Juni 2026
in Jawa Timur, newsnoid.com, Terbaru
Bagikan

 

Peringati Hari Lahir Pancasila, FKAUB Malang Gelar Sarasehan “Pancasila Nyawa Kebhinekaan di Era yang Berubah”

newsnoid.com, Malang– Memperingati Hari Lahir Pancasila, Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKAUB) Kota Malang menggelar sarasehan bertema “Pancasila Nyawa Kebhinekaan di Era yang Berubah” di Gedung UNIO, Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomor 75, Kota Malang, Senin (1/6/2026).

RelatedPosts

Perkuat Sinergi dengan TNI, BRI Kepanjen Serahkan Bantuan Laptop kepada Kodim 0818 Malang-Batu

Bupati Subandi: Pancasila Harus Menjadi Pedoman Hidup Dalam Membangun Persatuan Bangsa.

80 Tahun Mengabdi untuk Pendidikan, Yayasan Perguruan Sriwedari Malang Lepas Ratusan Siswa dan Rayakan Hari Jadi

Kegiatan yang dihadiri para tokoh lintas agama, akademisi, mahasiswa, dan pemuda tersebut menjadi ruang dialog untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan, toleransi, serta moderasi beragama di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Mantan Wali Kota Malang, Drs. Sutiaji, menegaskan bahwa Pancasila tetap relevan sepanjang zaman karena memiliki ruh moderasi yang mampu menjawab berbagai tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Siapapun boleh menjadi traktor atau penggerak Pancasila. Ruh Pancasila itu sesungguhnya adalah moderasi. Sampai kapan pun Pancasila akan tetap relevan dengan kehidupan kita, terlebih di era saat ini,” ujar Sutiaji.

Menurutnya, yang perlu diperkuat saat ini bukan sekadar menghidupkan kembali metode pembelajaran lama seperti Pendidikan Moral Pancasila (PMP), melainkan membangun kesadaran untuk berpikir dan bertindak sesuai nilai-nilai Pancasila dengan pendekatan yang sesuai perkembangan zaman.

“Kita tidak bisa memaksakan metode lama diterapkan pada generasi sekarang. Yang penting adalah bagaimana filosofi dan nilai Pancasila itu bisa diterima dan dipahami dengan cara yang sesuai dengan karakter anak zaman,” katanya.

Sementara itu, Guru Besar Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Wahyudi Winarjo, menjelaskan bahwa Hari Lahir Pancasila merupakan momentum penting untuk mengingat kembali nilai dasar yang mempersatukan bangsa Indonesia.

“Secara sosiologis, Pancasila adalah doksa, sebuah nilai yang kita kagumi, kita perjuangkan, dan menjadi dasar untuk membangun bangsa yang rukun, gotong royong, dan berkeadilan,” ungkapnya.

Menurut Prof. Wahyudi, Pancasila menjadi instrumen utama dalam mewujudkan moderasi beragama di Indonesia yang memiliki keragaman keyakinan.

“Tanpa Pancasila, kita tidak memiliki alat untuk merealisasikan moderasi beragama. Kita harus berdamai dengan realitas bahwa masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai agama dan keyakinan. Perdamaian itu harus dimulai dari diri sendiri,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan generasi muda, khususnya Gen Z, untuk tidak melupakan sejarah bangsa dan memperbanyak dialog dengan generasi yang lebih tua agar nilai-nilai Pancasila tetap terjaga.

“Generasi muda harus belajar sejarah. Seperti pesan Bung Karno, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Indonesia tetap eksis dan kuat karena dipersatukan oleh Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya.

Sekjen FKAUB Kota Malang, Pendeta David Tobing, mengatakan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan agenda rutin tahunan yang selalu dikemas dengan konsep berbeda untuk menjaga semangat kebangsaan dan kebhinekaan.

“Tahun ini kami memilih format sarasehan agar bisa menjadi ruang refleksi dan inspirasi bagi para tokoh agama dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila di tengah umat,” ujarnya.

Menurut David, FKAUB sengaja mengundang perwakilan mahasiswa dan pemuda dari berbagai organisasi sebagai upaya menanamkan nilai Pancasila kepada generasi penerus bangsa.

“Kami ingin anak-anak muda memahami bahwa nilai-nilai Pancasila tetap penting dan relevan untuk menjawab tantangan zaman. Tahun ini hadir sekitar 42 peserta yang kami harapkan menjadi embrio gerakan kebangsaan di kalangan generasi muda,” katanya.

David menambahkan, media sosial tidak boleh hanya dipandang sebagai ancaman, melainkan juga sebagai peluang untuk menyebarluaskan nilai toleransi, persatuan, dan kebhinekaan.

“Yang terpenting adalah bagaimana media sosial digunakan secara bijak untuk membangun kesadaran dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, FKAUB juga membuka peluang pelaksanaan sarasehan di lokasi yang lebih beragam pada tahun-tahun mendatang sebagai bentuk penguatan semangat kebhinekaan.

Setelah tahun ini dilaksanakan di lingkungan Katolik dengan menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, kegiatan serupa direncanakan dapat digelar di pura, vihara, hingga sanggar penghayat kepercayaan.

“Kami ingin kegiatan ini benar-benar mencerminkan kebhinekaan Indonesia. Tahun depan kami berharap bisa dilaksanakan di sanggar penghayat kepercayaan yang selama ini belum banyak terekspos, sehingga masyarakat semakin memahami kekayaan keberagaman yang dimiliki bangsa ini,” ujar David.

Melalui sarasehan tersebut, para peserta sepakat bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan jiwa yang menjaga persatuan Indonesia di tengah perubahan zaman.

Nilai-nilai toleransi, gotong royong, dan penghormatan terhadap keberagaman dinilai harus terus ditanamkan, terutama kepada generasi muda sebagai pewaris masa depan bangsa. (yun)

ShareSend
Next Post
Perkuat Sinergi dengan TNI, BRI Kepanjen Serahkan Bantuan Laptop kepada Kodim 0818 Malang-Batu

Perkuat Sinergi dengan TNI, BRI Kepanjen Serahkan Bantuan Laptop kepada Kodim 0818 Malang-Batu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Perkuat Sinergi dengan TNI, BRI Kepanjen Serahkan Bantuan Laptop kepada Kodim 0818 Malang-Batu
  • Peringati Hari Lahir Pancasila, FKAUB Malang Gelar Sarasehan “Pancasila Nyawa Kebhinekaan di Era yang Berubah”
  • Bupati Subandi: Pancasila Harus Menjadi Pedoman Hidup Dalam Membangun Persatuan Bangsa.
  • 80 Tahun Mengabdi untuk Pendidikan, Yayasan Perguruan Sriwedari Malang Lepas Ratusan Siswa dan Rayakan Hari Jadi
  • Disdik Kota Malang Pastikan PPDB 2026 Transparan, Zonasi Lebih Akurat dan Bantuan Seragam Tepat Sasaran

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Archives

  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025

Categories

  • Jawa Timur
  • Musik
  • newsnoid.com
  • Olahraga
  • Terbaru
  • Uncategorized
  • Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Kebijakan Privasi
  • Persyaratan Layanan
  • Redaksi
  • Tentang Newsnoid.com

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.