
newsnoid.com, Kabupaten Malang — Pemerintah Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang menjalin kolaborasi dengan Universitas Widya Gama (UWG) Malang untuk memperkuat sektor pertanian dan ekonomi desa. Penandatanganan kerja sama dilakukan pada Kamis, 23 Juli 2026.
Kerja sama ini menjadi langkah konkret mewujudkan visi Desa Senggreng sebagai desa yang mandiri, inovatif, produktif dan berdaya saing melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kepala Desa Senggreng, Rendyta Witrayani, S.E., S.H., M.M., mengatakan potensi desa sangat besar, mulai dari wisata, pertanian, perikanan, peternakan, UMKM, hingga ekonomi kreatif. Tantangannya adalah mengelola semua itu secara terintegrasi.
“Desa Senggreng memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan. Tantangan kita adalah bagaimana potensi tersebut dapat dikelola secara terintegrasi dengan memanfaatkan teknologi, sehingga memberikan manfaat nyata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Rendyta.
Ia menyebut perguruan tinggi punya peran strategis sebagai mitra desa dalam menghadirkan inovasi, riset, pendampingan, dan transfer pengetahuan.
Kedepan, kolaborasi dengan UWG Malang diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sesaat, melainkan berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah desa, akademisi, masyarakat, pelaku usaha, komunitas dan generasi muda.
“Kami ingin Desa Senggreng menjadi laboratorium inovasi desa, tempat ilmu pengetahuan dan teknologi dapat diterapkan secara nyata untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Dalam bidang pertanian, kolaborasi ini akan mendorong penerapan teknologi budidaya yang lebih produktif, efisien dan ramah lingkungan.
Termasuk pengelolaan sumber daya, penguatan kelompok tani, dan sistem produksi berbasis data.
Sektor peternakan juga disentuh melalui teknologi tepat guna, peningkatan produktivitas, pengelolaan pakan dan limbah, serta integrasi pertanian dan peternakan.
Konsep ekonomi sirkular ingin dibangun agar limbah dari satu sektor bisa dimanfaatkan sektor lain.
Untuk wisata, teknologi akan digunakan untuk pemetaan potensi, peningkatan sarana prasarana, penyediaan informasi wisata digital dan penguatan promosi.
Sementara di sektor UMKM, transformasi pemasaran digital lewat media sosial dan marketplace jadi prioritas agar produk lokal menjangkau pasar regional hingga nasional.
Wakil Rektor II UWG Malang, Dr. Ir. Riman, MT, menegaskan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menghadirkan solusi yang berdampak langsung ke masyarakat.
“Sinergi antara Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian diharapkan mampu menjadi model pengabdian yang berkelanjutan dalam memperkuat kemandirian ekonomi desa melalui penerapan teknologi tepat guna,” ujarnya.
Sebelumnya UWG Malang sudah terlibat di Desa Senggreng lewat program pengembangan wisata desa, digitalisasi pemasaran perikanan, pemeliharaan embung, penguatan UMKM dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Desa Senggreng optimistis bisa mengubah potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan. (Saf)
