
newsnoid.com, Malang— Festival Wendit Tempoe Doeloe 2026 resmi ditutup dengan meriah. Selama empat hari penyelenggaraan, 16 hingga 19 Juli 2026, kawasan wisata Wendit dipadati ribuan masyarakat yang ingin menikmati sajian budaya, kuliner, hiburan dan produk UMKM dengan nuansa tempo dulu.
Antusiasme pengunjung bahkan melampaui target panitia. Rata-rata 2.000 hingga 3.000 orang memadati lokasi acara setiap harinya.
“Alhamdulillah, hasil penyelenggaraan tahun ini di luar ekspektasi kami. Rata-rata setiap hari ada sekitar 2.000 hingga 3.000 pengunjung yang datang.
Para tenant juga merasa puas karena transaksi berjalan baik dan respons masyarakat sangat luar biasa,” ujar Ketua Pelaksana Candra pada Kamis (23/7/2026).
Lonjakan jumlah pengunjung memberi dampak positif signifikan bagi pelaku UMKM yang membuka stan di area festival. Transaksi berjalan lancar dan produk lokal laris diserbu pengunjung.
Malam penutupan menjadi puncak kemeriahan. Langit Wendit diterangi pesta kembang api yang membuat ribuan pasang mata terpukau.
Kemeriahan berlanjut dengan Parade Bantengan yang diikuti 23 kelompok bantengan dari berbagai daerah.
Dalam kompetisi seni tradisi tersebut, kelompok Bantengan asal Lawang berhasil keluar sebagai Juara I setelah melalui proses penilaian.
Candra menegaskan, kesuksesan tahun ini akan menjadi pijakan untuk menjadikan Wendit Tempoe Doeloe sebagai agenda rutin tahunan Kabupaten Malang.
“Melihat antusiasme masyarakat yang begitu besar, kami berkomitmen menjadikan Wendit Tempoe Doeloe sebagai agenda rutin setiap tahun. Harapannya, festival ini terus berkembang menjadi ikon wisata budaya Kabupaten Malang yang mampu menarik lebih banyak wisatawan serta memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM, seniman, dan masyarakat,” pungkas Candra.
Dengan perpaduan pelestarian budaya dan penggerak ekonomi kreatif, Festival Wendit Tempoe Doeloe 2026 dinilai berhasil menjadi ruang hiburan sekaligus motor penggerak sektor pariwisata lokal. (win)