
newsnoid.com, Sidoarjo – Upaya membangun budaya hidup bersih di tengah masyarakat terus dilakukan dengan berbagai pendekatan kreatif. Salah satunya melalui peluncuran lagu bertajuk “Sidoarjo Bersih” yang digagas oleh Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) Cabang Sidoarjo sebagai media edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Lagu ciptaan drg. Winaryo, Sp.Perio tersebut resmi diluncurkan di Paseban Timur Alun-Alun Sidoarjo, Minggu (31/5/2026), bertepatan dengan kegiatan Car Free Day (CFD).
Kehadiran lagu ini diharapkan menjadi sarana kampanye yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan kepada masyarakat secara lebih sederhana, menyenangkan dan mudah diingat.
Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana menyampaikan apresiasi kepada IKA Unair Cabang Sidoarjo atas kontribusinya dalam mendukung pembangunan karakter masyarakat melalui karya yang inspiratif dan edukatif.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, kami menyampaikan apresiasi kepada IKA Unair Cabang Sidoarjo yang telah mempersembahkan lagu ‘Sidoarjo Bersih’. Ini merupakan hadiah istimewa bagi masyarakat karena tidak hanya menghadirkan hiburan tetapi juga membawa pesan moral yang sangat penting tentang kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Menurut Mimik, kawasan Car Free Day tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga dan berinteraksi sosial tetapi juga harus mencerminkan budaya hidup bersih dan tertib.
Karena itu, pesan-pesan yang disampaikan melalui media kreatif seperti musik dinilai mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas dan efektif.
“Car Free Day harus menjadi ruang publik yang bersih, sehat dan nyaman bagi semua. Lagu ini menjadi media yang sederhana namun memiliki kekuatan besar untuk menyampaikan pesan kebersihan hingga menyentuh kesadaran masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata melainkan tugas bersama seluruh elemen masyarakat.
Melalui lagu tersebut masyarakat diajak untuk membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya serta menjaga kebersihan fasilitas publik.
“Lagu ini mengingatkan kita bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan peran aktif masyarakat, komunitas, dunia pendidikan dan seluruh pihak untuk mewujudkan Sidoarjo yang bersih dan nyaman,” tuturnya.
Lebih lanjut Mimik menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat menjadi kunci penting dalam membangun budaya bersih yang berkelanjutan.
“Ketika lagu ini diperdengarkan masyarakat akan langsung teringat pentingnya menjaga lingkungan. Harapan kami, budaya bersih tidak dilakukan karena ada pengawasan melainkan tumbuh dari kesadaran dan kebiasaan sehari-hari,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua IKA Unair Cabang Sidoarjo, dr. Berlian Aniek Herlina, menjelaskan bahwa musik dipilih sebagai media kampanye karena memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan secara cepat, mudah diterima dan melekat dalam ingatan masyarakat.
Menurutnya, pesan utama yang ingin disampaikan melalui lagu tersebut adalah mengajak masyarakat menjadikan kebersihan sebagai bagian dari gaya hidup bukan sekadar kewajiban.
“Kami berharap lagu ‘Sidoarjo Bersih’ dapat terus menggugah kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan. Dengan begitu ruang-ruang publik seperti kawasan Car Free Day dan Alun-Alun Sidoarjo akan semakin bersih, sehat, indah, dan nyaman untuk dinikmati bersama,” ungkapnya.
Peluncuran lagu “Sidoarjo Bersih” menjadi bukti bahwa gerakan menjaga lingkungan dapat dilakukan melalui berbagai cara termasuk seni dan budaya.
Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, akademisi, komunitas dan masyarakat semangat mewujudkan Sidoarjo yang bersih dan berkelanjutan diharapkan semakin mengakar dalam kehidupan sehari-hari.(Shadra)
