
newsnoid.com, Malang- Musyawarah Ranting (Musran) Serentak VI PDI Perjuangan Kota Malang digelar hari ini Minggu, (26/7/2026) di Hall DPC partai jalan Panji Suroso 5C.
Musran Serentak VI ini dijadualkan diikuti 5 Kecamatan dari 57 Kelurahan se-Kota Malang. Kegiatan ini digelar 3 tahap dalam sehari dimulai jam 8.00 pagi hingga 16.00 WIB.
Berita ini diturunkan setelah 2 kecamatan (Klojen dan Blimbing) telah usai dilantik terdiri dari 22 Kelurahan dengan 198 orang pengurus ranting yang didominasi wajah baru, baik GenZ dan Melinial.
Selanjutnya, sedang berlangsung 2 Kecamatan (Lowokwaru dan Kedungkandang) dan segera akan diikuti Kecamatan Sukun sesuai jadual.
Acara dipimpin oleh Harvad Kurniawan Ketua Bidang Ideologi, Organisasi dan Kaderisasi. Dan diikuti oleh pengurus DPC dan PAC partai sebagai peninjau.
Musran Serentak VI ini telah melaksanakan tahap penjaringan dan proses penjaringan calon pengurus ranting di tingkat kelurahan se-Kota Malang yang telah dimulai sejak awal Juli 2026 di 5 kecamatan se-Kota Malang.
Selanjutnya pada hari ini, Minggu (26/7) dilanjut DPC partai melantik dan mengambil sumpah jabatan seluruh pengurus baru demi memperkuat fondasi dan loyalitas partai.
Seleksi Ketat yang telah dilaksanakan DPC partai, menerapkan kriteria GenZ 30% dan unsur perempuan 30% telah dipenuhi oleh seluruh unsur pengurus Ranting baru.
Amithya Ratnanggani Sirraduhita Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang membuka kegiatan Musran Serentak VI periode 2026-2031.
Ia menyampaikan bahwa musyawarah Ranting (Musran) adalah pesta demokrasi partai yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali.
“Kita telah menyusun kepengurusan PAC, sekarang kita menyusun kepengurusan Ranting dan akan kita lanjut menyusun kepengurusan anak ranting,” terang Amithya.
“Ranting itu selevel dengan Pak Lurah. Tetapi walaupun kita ada di luar pemerintahan, kita adalah partai penyeimbang pemerintahan. Bukan oposisi. Kita tidak mengenal oposisi,” terangnya.
“Kita harus bergerak bersama-sama mulai dari DPP, DPD, DPC, PAC, Ranting dan Anak Ranting. Sudah tidak ada lagi gontok-gontok masalah internal partai. Habis energi kita sedangkan kedepan perjuangan kita lebih berat,” tutup Amithya. (kw)
