
newsnoid.com, Malang — Anggota DPRD Kota Malang periode 2024-2029 dari Fraksi Partai Gerindra Komisi B, Abubakar, menggelar kegiatan serap aspirasi masyarakat di Balai RW Bandulan Baru RW 05, Kecamatan Sukun, Kota Malang, pada Selasa (7/7/2026) malam.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Abubakar bersama sejumlah kader Partai Gerindra tingkat kecamatan dan kelurahan. Warga RW 05 Bandulan Baru tampak antusias menyampaikan berbagai persoalan dan usulan yang berkaitan dengan kebutuhan lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Abubakar membuka forum dialog secara terbuka. Warga menyampaikan aspirasi mulai dari infrastruktur jalan lingkungan, pengelolaan sampah, hingga pemberdayaan UMKM dan fasilitas publik.
Serap Aspirasi Anggota Komisi B DPRD, Abu Bakar yang diikuti 11 Keluruhan berlangsung di gedung Serbaguna Balai RW.05 Bandulan, Kecamatan Sukun Kota Malang.
Pada kesempatan tersebut, serap Aspirasi Anggota Komisi B DPRD Kota Malang, Abu Bakar difokuskan pada pembahasan Pokok-pokok Pikiran (Pokir) masyarakat yang sudah teralisasi 90 persen yang sudah terima dari pokir tersebut.
“Sebagai anggota Komisi B yang membidangi perekonomian dan keuangan, saya mencatat semua masukan dari warga. Nanti akan kami tindaklanjuti dan kawal di DPRD agar bisa masuk dalam program pemerintah kota,” ujar Abubakar.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan serap aspirasi ini rutin dilakukan agar kebijakan yang diambil DPRD benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan terpenuhi.
Ketua RW 05 Bandulan Baru mengapresiasi kehadiran Abubakar dan kader Gerindra. Menurutnya, forum seperti ini penting agar komunikasi antara wakil rakyat dan warga tetap terjalin.
“Kami berharap aspirasi yang sudah disampaikan bisa segera direalisasikan, terutama terkait kendala yang masih tertahan ini bisa tercapai sebelum masuk ke tahun 2027 mendatang dan di wilayah dapil kami,” katanya.
Politisi Partai Gerindra menyebut bahwa beberapa Pokir yang diajukan masyarakat pada tahun 2025 sudah ada yang terealisasi pada tahun ini.
“Jadi di Pokir ini kan sudah ada beberapa yang terealisasi, yang mana diajukan masyarakat pada tahun 2025 sudah turun di tahun 2026 ini,” ungkapnya.
Hal tersebut, Abu Bakar menilai bahwa Pokir yang sudah turun ke warga ingin mengetahui secara detail termasuk kendala yang dihadapi.
“Pokir yang sudah turun ini, kita ingin tau ada kendala apa? ada masalah atau tidak, itu yang kita ingin bahas malam ini,” tutur Abu Bakar.
Menurut Abu Bakar, Pokir yang ia bahwa bakal kembali untuk masyarakat khususnya di dapil Sukun.
“Mungkin kaitan ada kendala apa, Pokir yang sudah terealisasi, ataupun Pokir yang belum turun itu bisa di komunikasikan hari ini juga, supaya nanti kita bisa tanyakan ke dinas terkait maupun ke Kecamatan, kelurahan dimana pokok permasalahannya” ujar Abu Bakar.
Ia menilai, dengan adanya Pokir itu juga memangkas Birokrasi, seperti bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat, seperti adanya musrenbang.
“Jadi semua panjenengan yang sudah mengajukan di Musrenbang usulan apa yang masih tertunda, nah insyaallah Pokir bisa terealisasi segara karena waktu dan hari ini sangat cepat, oleh karena itu setelah pembahas malam ini segera besok saya evaluasi langsung,” tuturnya.
Termasuk adanya keluhan pajak, yang mana pajak yang dibayarkan oleh masyarakat bakal kembali di dalam Pokir tersebut, dan saya hanya pelantara teknis saja.
Acara berlangsung dengan suasana dialogis dan ditutup dengan rama tama dan makan bersama warga, pungkasnya. (Gih)
