
newsnoid.com, Malang – Pemerintah Kota Malang terus mempercepat pengerjaan proyek pembangunan drainase dan perbaikan jalan di kawasan Pasar Induk Gadang (PIG).
Proyek yang telah berjalan sekitar dua pekan sejak dimulai pada 15 Juni 2026 itu ditargetkan rampung secara bertahap hingga selesai seluruhnya sebelum Desember mendatang.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, pembangunan drainase menjadi prioritas utama sebelum dilakukan pengaspalan jalan.
Menurutnya, keberadaan saluran drainase sangat penting untuk mengatasi genangan air sekaligus menjaga daya tahan konstruksi jalan.
“Musuh utama jalan sebenarnya adalah air yang menggenang. Karena itu pembangunan drainase harus diselesaikan lebih dulu agar jalan lebih awet dan mampu mengurangi potensi banjir,” ujarnya, Rabu (8/7/2026).
Ia menargetkan pekerjaan drainase dapat diselesaikan dalam waktu satu bulan atau paling lambat dua bulan.
Setelah sisi utara selesai, pengerjaan akan dilanjutkan ke sisi selatan dengan durasi yang sama sehingga keseluruhan proyek diharapkan rampung sebelum akhir tahun.
Pengerjaan tahap awal dipusatkan di sisi utara Pasar Induk Gadang yang sebelumnya digunakan sebagai lokasi berjualan para pedagang.
Mereka telah direlokasi ke tempat sementara di belakang jalan raya Pasar Gadang agar proses pembangunan dapat berlangsung tanpa mengganggu aktivitas pasar.
Selain memperbaiki jalan utama, Pemerintah Kota Malang juga mengerjakan jalan sirip di sisi selatan pasar.
Kedua proyek tersebut dilaksanakan secara bersamaan untuk meningkatkan kelancaran akses menuju kawasan Pasar Induk Gadang.
Total anggaran yang dialokasikan untuk proyek ini mencapai Rp14,9 miliar. Sebesar Rp12 miliar digunakan untuk pembangunan dan perbaikan jalan utama, sedangkan Rp1,9 miliar dialokasikan untuk peningkatan jalan sirip.
Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menjelaskan progres pekerjaan masih berjalan sesuai jadwal. Pada tahap awal, fokus pekerjaan masih berupa penggalian tanah sebagai persiapan pembangunan saluran drainase.
Menurut Dandung, pengerjaan sementara dilakukan di sisi timur karena proses relokasi tahap kedua pedagang di sisi barat masih berlangsung.
Setelah seluruh lapak dibongkar, pekerjaan akan diteruskan ke sisi barat. Hingga saat ini, pelaksanaan proyek belum memerlukan sistem kerja selama 24 jam.
Secara teknis, drainase yang dibangun memiliki lebar satu meter dengan kedalaman satu meter. Saluran tersebut merupakan infrastruktur baru karena sebelumnya kawasan Pasar Induk Gadang belum memiliki sistem drainase yang memadai. Kondisi itu menyebabkan air hujan sering menggenang dan mempercepat kerusakan permukaan jalan.
Dandung optimistis pembangunan drainase yang dipadukan dengan konstruksi jalan menggunakan aspal cor akan membuat usia jalan lebih panjang.
Ia juga mengimbau para pedagang untuk tidak lagi membuang air ke badan jalan agar kualitas infrastruktur tetap terjaga.
Melalui proyek tersebut, Pemerintah Kota Malang berharap akses menuju Pasar Induk Gadang menjadi lebih lancar, aman, nyaman, serta mampu mendukung aktivitas perdagangan dan distribusi barang di salah satu pusat ekonomi terbesar di Kota Malang.(*/tut)
