
newsnoid.com, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat komitmennya mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih dan bebas pencemaran melalui percepatan penerapan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 Pilar.
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus menekan risiko penyakit berbasis lingkungan.
Komitmen tersebut mendapat penguatan melalui proses verifikasi yang dilakukan Tim Verifikator STBM Provinsi Jawa Timur di enam kecamatan dan 12 desa/kelurahan di Kabupaten Sidoarjo, Selasa (22/7/2026). Verifikasi lapangan dilakukan untuk memastikan penerapan lima pilar STBM benar-benar berjalan di tengah masyarakat, bukan sekadar memenuhi aspek administratif.
Adapun lokasi yang menjadi sampel verifikasi meliputi Kecamatan Buduran di Desa Sidokepung dan Wadungasih, Kecamatan Waru di Desa Tambak Sumur dan Tambak Sawah, Kecamatan Sedati di Desa Pabean dan Sedati Agung, Kecamatan Tanggulangin di Desa Ketapang dan Putat, Kecamatan Porong di Desa Candipari dan Glagaharum serta Kecamatan Prambon di Desa Jati Alun-alun dan Desa Temu.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati mengatakan capaian sanitasi yang diraih Sidoarjo saat ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, komunitas dan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan meraih status Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan pada 2024 bukanlah garis akhir, melainkan pijakan untuk mencapai target yang lebih tinggi, yakni STBM Paripurna.
“Dari total 604.048 kepala keluarga di Sidoarjo, sebanyak 308.789 KK telah disurvei dan hasilnya 100 persen berstatus ODF. Ini menjadi modal penting untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujar Fenny dalam rapat koordinasi STBM di Kantor Setda Kabupaten Sidoarjo.
Ia menjelaskan, selain keberhasilan mencapai status ODF berbagai indikator sanitasi lainnya juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Sebanyak 99,78 persen rumah tangga telah menerapkan pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga yang aman, 95,43 persen telah mengelola sampah rumah tangga dengan baik, sementara 73,6 persen rumah tangga telah memiliki sistem pengelolaan air limbah domestik.
Meski demikian, Fenny mengakui masih diperlukan kerja keras untuk mencapai target 100 persen pada seluruh pilar STBM. Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor melalui pendekatan hexahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, media, dan komunitas.
Menurutnya, persoalan sanitasi tidak hanya berkaitan dengan kesehatan tetapi juga menyangkut kualitas lingkungan pembangunan infrastruktur, pendidikan, perubahan perilaku masyarakat, hingga keberlanjutan pembangunan daerah.
Sementara itu, Tim Verifikator STBM Provinsi Jawa Timur memberikan apresiasi atas konsistensi Kabupaten Sidoarjo dalam meningkatkan kualitas sanitasi masyarakat. Setelah berhasil meraih status ODF pada 2024, Kabupaten Sidoarjo juga berhasil menyabet Juara I STBM Award Tingkat Pratama Nasional 2024 dan Juara I STBM Award Tingkat Madya Nasional 2025.
Pada 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong seluruh kabupaten dan kota mempercepat pemenuhan lima pilar STBM secara menyeluruh sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Dalam rangkaian verifikasi, tim juga melakukan peninjauan langsung ke sejumlah permukiman warga untuk melihat implementasi sanitasi di lapangan.
Langkah ini dilakukan guna memastikan budaya hidup bersih dan sehat benar-benar menjadi kebiasaan masyarakat serta seluruh indikator STBM telah diterapkan secara berkelanjutan.
Melalui upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo optimistis mampu meraih predikat STBM Paripurna, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah dengan tata kelola sanitasi terbaik di Indonesi.(Shadra)