
newsnoid.com, Malang– Menjelang peringatan Tahun Baru Islam serta memasuki masa libur sekolah, permintaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi 3 kilogram di wilayah Malang Raya mengalami peningkatan.
Selain faktor liburan, tingginya jumlah pesta pernikahan yang digelar pada bulan ini juga menjadi salah satu pemicu meningkatnya konsumsi LPG di masyarakat.
Sejumlah pangkalan LPG di Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu mengaku terjadi kenaikan permintaan dibandingkan hari-hari biasa. Meski demikian, distribusi LPG 3 kg hingga saat ini masih berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi.
Minfahul Huda (46), salah satu pemilik pangkalan LPG di Kabupaten Malang, mengatakan peningkatan permintaan mulai terasa sejak memasuki musim liburan sekolah. Menurutnya, banyak keluarga yang menghabiskan waktu di rumah maupun menerima kunjungan kerabat sehingga kebutuhan memasak ikut meningkat.
“Permintaan LPG 3 kilogram memang mengalami kenaikan seiring datangnya musim liburan anak sekolah. Selain itu, banyak wisatawan yang berkunjung ke Malang untuk berlibur sehingga aktivitas usaha kuliner dan kebutuhan rumah tangga juga ikut meningkat,” ujarnya, (11/6/2026).
Ia menambahkan, maraknya pesta pernikahan yang digelar pada bulan ini turut mendorong naiknya konsumsi LPG, terutama untuk kebutuhan katering dan usaha jasa boga yang melayani berbagai acara hajatan.
“Bulan ini cukup banyak acara pernikahan dan hajatan masyarakat. Kebutuhan LPG untuk memasak dalam jumlah besar otomatis meningkat dibandingkan hari biasa,” katanya.
Meski terjadi peningkatan permintaan, pihak pangkalan memastikan stok LPG 3 kg masih dalam kondisi aman. Distribusi dari agen kepada pangkalan juga berjalan sesuai jadwal sehingga masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
Para pelaku usaha berharap pasokan LPG bersubsidi tetap terjaga selama periode libur sekolah dan Tahun Baru Islam agar kebutuhan masyarakat maupun sektor usaha kecil dapat terpenuhi dengan baik tanpa menimbulkan kelangkaan di lapangan.(*)
